Miris!!, 6 Tahun Rawat Cucu Lumpuh Sendirian, Katijan Butuh Perhatian Pemerintah

Minggu, 28 Februari 2021, 2/28/2021 WIB
Oleh Redaksi

Ket. Foto Mey Ariani (11) 


SNIPERS.NEWS | Bangka Barat - Katijan (55), pria paruh baya ini sudah lebih dari 6 tahun  dengan penuh ikhlas dan sabar mengurus dan mengasuh bocah perempuan berumur 11 tahun bernama Mey Ariani yang mengalami lumpuh permanen.


Dengan perasaan haru sembari berkeluh kesah, warga Dusun Jampan Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini menceritakan kisahnya kepada awak Media Snipers.news.


"Saya sangat sayang kepada cucu saya ini, walaupun bukan cucu kandung. Lebih kurang 6 tahun saya mengurus dia dalam keadaan begini (lumpuh-red) tapi saya ikhlas, " jelas Katijan, Minggu (28/02/2021) pagi.


Kakek yang kesehariannya hanya bekerja semberawutan ini juga berkisah, bahwa dalam keadaan pandemi Covid-19 dirinya terkadang tidak mendapatkan apa-apa, hingga dirinya sangat memohon untuk bagaimana agar bisa meringankan beban hidupnya bersama cucunya tersebut.


"Saya sangat membutuhkan uluran tangan dermawan dan perhatian pihak-pihak terkait, terutama pihak pemerintah untuk meringankan beban hidup saya, terlebih di masa pandemi ini. Kurang lebih 6 tahun saya mengurusnya (Mey Ariani-Red), belum atau tidak pernah saya minta siapa pun sebisa dan semampu saya merawatnya," ungkapnya.


Saat disinggung apakah pihak Pemerintahan Desa ada memberikan perhatian khusus, Katijan pun menjawabnya belum pernah sama sekali mendapatkan perhatian dari Pemerintah Desa, Kecamatan atau pun dari Pemerintah Kabupaten.


"Dulu pernah sekali didatangi oleh pihak Desa atau dari Kecamatan, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut sama sekali," sesalnya.


Melalui Media Snipers.news Perwakilan Bangka Belitung Katijan berharap, agar kiranya dapat menjadi penyambung lidah maupun penyampai kepada pihak terkait, terutama kepada Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Kabupaten.


"Saya sangat berharap, khususnya kepada Media ini, di masa pandemi Covid-19 ini kiranya dapat menyampaikan kepada pihak terutama Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten, maupun Provinsi, agar dapat meringankan beban saya dalam mengurus dan membesarkan cucu saya ini," tutup Katijan sembari berharap.*


(Evan)

TerPopuler

> Whatsapp-Button