Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di SMPN I Dringu Segera Digelar

Jumat, 26 Maret 2021, 3/26/2021 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWS | Probolinggo - Berdasarakan hasil rapat terbatas Kepala Dinas Pendidikan bersama Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) se Kabupuapaten Probolinggo, kamis (25/3/2021) bertempat di Aula Dinas Pendidikan, terkait akan di gelar uji coba Pembelajaran Tatap muka Terbatas (PTT).

Dari 48 SMPN yang terpilih untuk gelar uji coba PTT tersebut, salah satunya adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Dringu yang beralamatkan di jalan Yos Sudarso, Desa Pabean Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.

Kepala Sekolah SMPN I Dringu, Dra Anda Baroroh usai rapat dengan Komite Sekolah dan dewan guru mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan secara maksimal segala aturan yang sudah ditetapkan terkait uji coba PTT tersebut. Semisal masker, face shield, tempat cuci tangan, handsanitizer dan mengatur jarak kursi siswa.
                         

"Kami sangat extra ketat dalam penerapan protokol kesehatan ketika digelar uji coba pembelajaran luring ini, dan kami sudah siap," kata Anda Baroroh ketik dikonfirmasi Snipers.News di ruangannya, Jum'at (26/3/2021).

Bunda Anda (sapa'an akrabnya-red) menjelaskan, uji coba luring tersebut sesuai petunjuk teknis dari dinas pendidikan, maksimal 30 persen dari jumlah siswa yang bisa digelar. "Mulai hari Senin (29/3/2021) depan, kami fokuskan yang masuk sekolah hanya siswa kelas 9 saja," jelasnya.

Namun, ketika uji coba PTT berjalan lancar dan tak ada kendala, maka PTT bisa ditingkatkan menjadi 50 persen siswa yang masuk sekolah. Dan pembelajaran maksimal 3 jam / 180 menit sesuai petunjuk teknis dari dinas.
                       

"Kami tidak menginginkan ada klaster baru penyebaran Covid -19 ini, makanya kami extra hati hati, intinya, belajar mengajar berjalan tapi kesehatan anak tetap perlu dijaga," tegas Anda dengan nada serius.
 
Anda mengaku, pihaknya sudah melayangkan surat pernyataan lewat google form di WhatApps (WA) siswa, agar diisi orang tuanya terkait wajibnya pernyataan dari orang tua bahwa tidak keberatan putranya melakukan pembelajaran tatap muka.

"Kalau ada orang tua siswa yang keberatan putranya masuk sekolah, maka tetap melakukan pembelajaran di rumah atau daring, kami mohon doa restu kepada semua pihak, semoga proses uji coba PTT ini berjalan lancar dan sukses demi putra bangsa tercinta," pungkasnya.*

Pewarta : Taufiq

TerPopuler

> Whatsapp-Button