Usai di Demo Mahasiswa, Menantu Presiden Ini Langsung Kunjungi Gabion Belawan

Rabu, 14 April 2021, 4/14/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Belawan - Masih beroperasinya alat penangkap ikan yang dilarang (trawl) di perairan Selat Malaka khususnya perairan Belawan, Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Peternakan Kota Medan Iksar Marbun berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) Jalan Raya Pelabuhan Perikanan, Gabion, Belawan Selasa (13/4/21).

Maraknya Pukat Trawl yang membuat para nelayan kecil alias nelayan tradisional ini merasa terzolimi, sehingga para nelayan skala Kecil merasa kecewa dikarenakan belum adanya  para petugas melakukan tindakan pasti terhadap pengusaha (pemilik) boat yang menggunakan pukat Trawl. 

Akibatnya, mahasiswa melakukan aksi di Kantor Walikota Medan, sehingga membuat Walikota Medan Bobby Afif Nasution melakukan kunjungan ke Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB). 

Selain itu, tujuan kedatangan orang nomor satu di Kota Medan ini untuk menindak lanjuti unjuk rasa mahasiswa di kantor Walikota Medan pada 5 April 2021 lalu.

Dalam orasinya, mahasiswa mengatakan, bahwa di Gabion Belawan banyak beroperasi trawl yang menyusahkan nelayan tradisional. Sehingga masyarakat nelayan kecil nasibnya menderita akibat bebasnya kapal motor yang menggunakan pukat yang dapat menghancurkan biota laut tersebut.

Selain itu, para nelayan Kecil juga susah mendapatkan hasil akibat ulah pengusaha Pukat Trawl. Untuk itu, para mahasiswa di Kota Medan mengharapkan agar Pemko dan Pemda melakukan tindakan terhadap pengusaha, apalagi  penggunaan Pukat Trawl dilarang beroperasi dan seakan-akan pihak PPSB tak mampu melakukan tindakan. 

Dalam kunjungannya itu, Walikota Medan sempat berdialog dengan nelayan kecil asal Kelurahan Belawan Bahagia, Kelurahan Medan Labuhan, dan Kelurahan Bagan Deli serta melihat secara langsung nelayan sedang melakukan bongkar muat ikan.

"Mengenai penertiban aturan bukan wewenang Pemko Medan, karena itu merupakan wewenang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan," jelasnya. 

Bobby juga mengatakan, "Kita hanya bertugas membina nelayan, khususnya nelayan Kota Medan melalui program yang sudah ada atau usulan dari nelayan," Kata Bobby Nasution kepada nelayan. 

Sementara itu, Ketua DPD KNTI Kota Medan Plt Sumut M Isa Basyir mengaku diundang Kadis Perikanan Kota Medan, terkait kunjungan Walikota Medan ke Gabion Belawan dan sekaligus ingin melihat permasalahan nelayan yang ada di Sumut khususnya di Kota medan.

Dalam kesempatan itu, Ketua KNTI Kota Medan M. Isa Basir menyampaikan kepada Walikota dan seluruh nelayan yang hadir di lokasi pertemuan.

"Kita akan menunggu kebijakan Menteri KKP, yang mana ada Permen 58 dan 59 yang mengatur tentang alat tangkap," kata Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Medan M Isa Basyir.

"Yang mana kunjungan Walikota Bobby Nasution adalah janji beliau kepada mahasiswa yang demo di Kantor Walikota kemarin," beber Basyir.

Dalam pertemuan ini, Ketua DPD KNTI Medan, yang sekaligus Plt Sumut Basyir memesankan kepada mahasiswa, bahwa mereka salah masuk dan seharusnya mereka berbicara tentang nasib nelayan dan pendapatan nelayan, asuransi dan juga pendidikan dan kesehatan untuk anak-anak nelayan tradisional Kota Medan.

"Kalau kebijakannya merugikan nelayan modern, mereka harus siap stop dan tak beroperasi lagi, sesuai dengan Permen 58 dan 59," ujar Basyir lagi.

Diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu, Plt. Dirjen Perikanan Tangkap Ir. Muhammad Zaini,,M.M., melalui Direktur Perizinan dan Kenelayanan Dr. Ir. Ridwan Mulyana, M.T. mengatakan, untuk pelanggaran penggunaan alat tangkap dan tidak sesuai jalur perlu ditertibkan dan tindakan penegakan hukum.

"Ya, intinya untuk pelanggaran penggunaan alat tangkap dan tidak sesuai jalur perlu ditertibkan dan harus ada tindakan penegakan hukum," kata Ridwan.*

(Tim MU)

TerPopuler

> Whatsapp-Button