Forkopimda Probolinggo Pantau Pilkades di TPS Banjarsari

Minggu, 02 Mei 2021, 5/02/2021 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWS | Probolinggo -  Pelaksanaan Pilkades tahap 1 tahun 2021 di wilayah Kabupaten Probolinggo rupanya mendapatkan perhatian khusus dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri dengan melaksanakan Video Conference (Vidcon) di TPS 1 Dusun Brak Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih bersama Forkopimda Kabupaten Probolinggo terkait pelaksanaan Pilkades, Minggu pagi (02/05/21).

Hadir dalam Vidcin tersebut antara lain Dirjen Bina Pemerintah Desa Kemendagri, Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd, Bupati Probolinggo, Hj. Puput Tantriana Sari, SE, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si, dan Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Inf. Imam Wibowo, S.E, M.I.Pol.

Bupati Probolinggo menjelaskan bahwa pelaksanaan Pilkades Ta. 2021 berdasarkan Perbup No. 01 Ta. 2021 dimana pelaksanaan Pilkades dapat dilaksanakan apabila memenuhi prokes (protokol kesehatan) yang sudah ditentukan.

“Bahwa pelaksanaan Pilkades tahun 2021 di Kabupaten Probolinggo sebanyak 62 Desa (21 kecamatan) dengan pembagian wilayah Hukum Polres Probolinggo sebanyak 54 desa (19 kecamatan) dan untuk wilayah Hukum Polres Probolinggo Kota sebanyak 8 desa (2 kecamatan),” jelasnya.
                                

Masih menurut Bupati Probolinggo, sebelum pelaksanaan sudah disosialisasikan terkait peraturan kepada panitia, calon dan masyarakat yang melaksanakan hak pilih. Untuk pelaksanaan Pilkades Ta. 2021 pencoblosan tidak berada di satu titik melainkan dibagi menjadi beberapa TPS dan DPT untuk mengurangi titik massa yang melaksanakan pencoblosan untuk mengurangi kerawanan dan penyebaran Covid -19 pada khususnya. 

Kapolres Probolinggo Kota sendiri menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan sudah dilaksanakan deteksi dini terkait kerawanan pada pelaksanaan Pilkades 2021 dimana terdapat beberapa desa tergolong rawan.

“Untuk desa yang dikategorikan rawan kami sudah memploting minimal 2 personil per TPS, juga terdapat personil yang standby dan sewaktu-waktu bisa digeser apabila terdapat peningkatan intensitas pada tahap pencoblosan maupun penghitungan surat suara,” jelasnya.

“Kami juga mempunyai Tim Khusus Satgas Deteksi dan Satgas Tindak untuk mendeteksi kemudian apabila terdapat pelanggaran hukum akan di back-up langsung oleh Satgas tindak,” pungkasnya.*

(Tofa)
Editor : Taufiq

TerPopuler

> Whatsapp-Button