Masalah Sampah Bukan Sekedar Edukasi Tapi Peduli dan Cari Solusi

Rabu, 12 Mei 2021, 5/12/2021 WIB
Oleh Snipers.news.com

SNIPERS.NEWS | Badung - Baru menjabat Perbekel Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba meletakkan program penanganan sampah, terutama sampah plastik sebagai salah satu target prioritas utama kerja di wilayahnya.

"Masalah sampah plastik memang pelik di Bali. Tidak akan pernah selesai hanya sekedar kalau edukasi. Tapi juga harus peduli dan mencari solusi," terang Perbekel akrab disapa Gus Surya di ruang kerja Kantor Perbekel Desa Darmasaba, Abiansemal, Kabupaten Badung, Selasa (11/05/2021)

Gus Surya menjelaskan, pihaknya kini sedang berupaya untuk memohon lahan milik Provinsi Bali ada di desanya agar bisa dijadikan tempat pengolahan sampah. Berapa dokumen penunjang dikatakan sedang diperiksa dan diharapkan dalam minggu ini komplit dan bisa diserahkan. Bahkan diungkap, terkait tempat pengolahan sampah ini pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa supaya juga ikut mengawal.

"Terkait sampah satu kita lanjutkan untuk dilakukan adalah memohon tanah Provinsi. Berkas-berkas ini baru kita dapatkan dari Pak PJ (Pejabat Kepala Desa sementara sebelumnya). Dokumennya masih kita lengkapi. Kemarin sudah kita sampaikan kepada Pak Wakil Bupati Badung"

"Jadi respon desa sama kabupaten sangat responsif dengan program Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R). Mengurangi, menggunakan dan daur ulang. Jadi memang TPS3R itu solusi menurut tyang. Kita yang reuse, kita reduce dan kita juga yang recycle," jelas Gus Surya.

Terlebih menurut Gus Surya, selama ini Desa Darmasaba sudah memiliki alat pemilah sampah didapat dari CSR (Corporate Social Responsibility). Dan bantuan 3 unit kendaraan pengangkut sampah.


Pihaknya mengaku senang dan bersemangat, ditambah pernyataan Gubernur Bali mempersilahkan bagi desa untuk memohon tanah milik Provinsi Bali dijadikan TPA mandiri. Mengingat selama ini disebutkan untuk tempat dan lahan menjadi kendala.

"CSR sudah dapat kita, berupa alat pemilah sampah. Begitu juga kendaraan pengangkut sampah sudah ada 3 unit. Bahkan alokasi dana untuk sampah kita sudah siap. Dan itu sudah ada anggarannya. Sayang tempatnya belum. Karena itu kita mohon tanah Provinsi. Kita senang ketika Pak Koster statementnya memberikan tanah provinsi ada di desa digunakan untuk TPA mandiri," ungkapnya.

Gus Surya berharap, dengan adanya TPA mandiri di desanya bisa dijadikan tempat belajar bagi generasi muda. Bagaimana cara mengolah sampah, mendaur ulang dan bisa mendatangkan penghasilan. 

"Desa ini tanah tidak punya. Kita harapkan sekali tanah Kawasan Tanah Putih Darmasaba milik Provinsi itu bisa dijadikan tempat pengolahan sampah. Sekitar 25 are. Dan itu nanti juga menjadi tempat pembelajaran masyarakat. Tempat mengedukasi masyarakat"

"Karena gayung bersambut niki dengan kebijakan Gubernur. Dalam pemilahan sampah kita di sana bisa kembangkan ekoenzim. Begitu juga dengan turunannya sebagai pupuk. Dan lain jenis sampah plastik diperbaharui lagi sebagai alat rumah tangga atau kerajinan. Sehingga sampah bisa habis di sumbernya," harap Gus Surya.

(Iskandar/Agung DP)

TerPopuler

> Whatsapp-Button