Menteri Sosial Beri Santunan Kepada Ahli Waris Korban Longsor

Rabu, 19 Mei 2021, 5/19/2021 WIB
Oleh Redaksi
ji

SNIPERS.NEWS | Tapsel - Menteri Sosial RI Tri Rismaharini datang ke Kabupaten Tapanuli Selatan menyerahkan santunan kepada ahli waris 12 korban longsor yang meninggal dunia di akhir April kemarin, Rabu (19/5/2021).


"Begitu mendengar bencana longsor ini, saya sudah berniat datang langsung ke lokasi. Tetapi cuaca sangat buruk dan helikopter sulit menjangkaunya," kata Risma dalam pertemuan terbatas di Kantor Camat Marancar.


Maka, kehadiran mantan Walikota Surabaya ini adalah tindak lanjut dari rencana yang tertunda sebelumnya. Selain menyerahkan santunan, juga sekaligus untuk menyemangati ahli waris korban agar bangkit dari duka, ikhlaskan kepergian anggota keluarga untuk selamanya.


Hadir ahli waris korban longsor, Bupati Tapsel Dolly Putra Pasaribu, Wakil Bupati Rasyid Dongoran, Sekda Parulian Nasution, Dandim 0212/TS Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradana Elhaj, Kajari Tapsel Ardian, Danyon C Brimob Sumut, Kadis Sosial Pemprov Sumut.


Menteri Sosial bercerita, sepanjang jalan dari Bandara Pinangsori ke Marancar dia melihat jajaran perbukitan. Khusus di dekat lokasi longsor, kontur perbukitannya terdiri dari tanah bercampur pasir dan bebatuan kecil, bukan batu cadas.


Artinya, kontur tanah ini menunjukkan bahwa longsor sangat rawan terjadi pada musim hujan, sehingga butuh langkah-langkah serius untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa di kemudian hari.


"Pak Bupati, tolong hidupkan kearifan lokal masyarakat untuk menjaga alam tetap terjaga. Kemudian sepanjang jalan tadi saya lihat banyak permukiman dan areal pertanian di lereng perbukitan, ini harus di antisipasi karena kondisi cuaca saat ini sangat ekstrim," pesannya.


Kemudian Risma menyarankan agar di lereng dan bukit yang rawan longsor ditanami bunga mawar atau melati, karena akarnya bisa menjadi perekat tanah, sehingga tidak mudah longsor.


Menteri Sosial mengatakan, santunan ini totalnya berjumlah Rp. 267.372.295., terdiri dari santunan kepada ahli waris 12 korban sebesar Rp. 15 juta perorang. Kemudian bantuan pakaian, sembako dan logistik lainnya.


"Mewakili pemerintah, kami sangat berbelasungkawa atas kejadian ini. Keluarga yang ditinggalkan, ikhlaskan kepergian saudara kita itu dan mari bangkit dari duka. Kami ada bersama bapak ibu semuanya," kata Mensos.


Pada kesempatan itu, Risma mengungkapkan rasa bangga dan salut atas kompaknya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tapsel, Basarnas, Kodam I/BB dan Poldasu menangani bencana ini.


"Saya pantau di media dan televisi, bagaimana tim berjibaku mengevakuasi lokasi dan mencari korban. Pesan saya, tolong lain kali utamakan keselamatan dan antisipasi longsor susulan. Jangan sampai korban dari tim pencari lebih banyak daripada yang dicari," pesannya.


Sebelumnya, Bupati Tapsel Dolly Pasaribu mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian Mensos atas musibah bencana longsor yang melanda warganya ini. 


Kemudian, dirinya selaku Bupati juga meminta arahan dan bimbingan terkait persoalan-persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya dalam penanganan korban bencana.


"Sepanjang perjalanan tadi, saya banyak mendapat ilmu dari Ibu Menteri, termasuk mengenai penanganan korban bencana dan kepemimpinan Pemerintahan Daerah. Terima kasih ibu," katanya.


Sementara itu, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradana Elhaj memaparkan kronologi kejadian longsor yang menelan korban jiwa 13 orang tersebut.


"Korban yang ditemukan baru 10 dari 13 orang yang dilaporkan hilang. Enam jenazah sudah diketahui identitasnya, empat lagi masih dalam analisa forensik Polda Sumut. Mengapa agak lambat, karena bertepatan libur lebaran," katanya.


Dijelaskannya, pada tanggal 29 April 2021 sekira pukul 18:30 Wib, telah terjadi bencana tanah longsor di wilayah Wek I Kecamatan Batangtoru atau dekat areal PLTA.


Material longsor dari atas bukit menggerus dua ruas jalan perusahaan dan tanah warga. Adapun 10 korban sedang berada di rumah di dekat sungai. Sebagiannya tertimbun, dan sebagiannya terdorong longsor ke sungai.


Saat kejadian, empat karyawan Sinohydro sedang melakukan pengecekan lokasi karena badan jalan banjir. Dua karyawan tenaga kerja asing berada di mobil double cabin, Mr. Xe dan Quan Long. Di belakangnya ada Dolan Sitompul dan Doni Sitompul.


"Mr. Xe berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan Quan Long, Dolan Sitompul dan Doni Sitompul meninggal dunia karena terseret dan tertimbun longsor," jelas Kapolres Tapsel.*


(Iwan)

TerPopuler

> Whatsapp-Button