Kapolda Kepri Dampingi Menhub RI Gelar Rakor Penanganan Kepulangan PMI

Kamis, 16 September 2021, 9/16/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Batam - Kapolda Kepri Irjen Pol. Drs. Aris Budiman, M.Si., mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) RI Ir. Budi Karya Sumadi dalam rangka rapat koordinasi (rakor) penanganan kepulangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) melalui pintu masuk Kota Batam, Provinsi Kepri. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas  Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S, S.I.K., M.Si., kepada awak media melalui release, Kamis (16/9/2021).

Dalam peninjauannya, Menhub RI Ir. Budi Karya Sumadi didampingi Deputi VI Kemenko Perekonomian RI DR. Ir. Wahyu Utomo, Dirjen P2P Kemenkes RI dr. Maxi Rein Rondunuwu, Staf Khusus Menhub RI beserta rombongan.

Kedatangan Menhub langsung disambut Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI I Nyoman Gede Ariawan, S.E., M.M., Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Aris Budiman, M.Si., Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Jimmy Ramos Manalu, S.Hub., Int., Ketua DPRD Provinsi Kepri, Kapolresta Barelang dan Forkopimda Provinsi Kepri di Bandara Hang Nadim Kota Batam.

"Saat peninjauan, Menteri Perhubungan RI Ir. Budi Karya Sumadi ingin memastikan secara langsung kesiapan penanganan kedatangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Pelabuhan Internasional Batam Provinsi Kepulauan Riau," ujar Kombes Pol Harry.


Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan RI Ir. Budi Karya Sumadi mengatakan, "Kita harus tegas kepada PMI yang pulang melalui Kota Batam, diharapkan kepada Polda Kepri dan Korem 033/Wira Pratama harus dilakukan pengawasan secara kritis lintas batas dari negara luar ke Indonesia. Secara sistematis, lintas batas yang ada di udara sudah berjalan dengan baik walaupun harus kita perhatikan dengan teliti. Saya mengapresiasi kepada Gubernur, Kapolda Kepri, Danrem 033/Wira Pratama, dan Forkopimda Provinsi Kepri," ucap Menteri Perhubungan RI Ir. Budi Karya Sumadi

"Selanjutnya, fasilitas batas yang sudah ditetapkan untuk dilalui oleh PMI atau WNI atau pun TKA ditetapkan dibeberapa titik, yaitu untuk laut adalah Kota Batam. Ini tentu akan kita evaluasi dari minggu ke minggu, yang mana bersamaan dengan evaluasi kita akan memantau di titik - titik yang telah kita tentukan," ucapnya kembali.

Kemudian, sambutan dari Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., bahwa untuk Kota Batam dan Kota Tanjungpinang telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ditangani oleh Satgas Perlintasan, yang diketuai oleh Danrem 033/Wira Pratama serta melibatkan semua instansi terkait. 

"Akan tetapi, ada hal - hal khusus agar kita dapat mengantisipasi problem yang penting. Dalam percepatan proses PCR, kita juga akan melaksanakan antigen terhadap PMI yang datang di pelabuhan, jika dalam waktu 5 menit ada yang terjangkit atau positif akan segera langsung kita pisahkan, supaya tidak menularkan ke orang lain," kata Gubernur. 

"Setelah dilaksanakan karantina dan dikatakan telah negatif, barulah kita berikan surat perjalanan bagi mereka. Jadi kita siap melaksanakan petunjuk dan arahan dari pusat, agar dapat mengantisipasi kemungkinan masuknya varian Virus Covid-19 yang baru. Kita juga mengapresiasi kepada Bapak Menteri yang memberikan perhatian terhadap Provinsi Kepulauan Riau," tutup Gubernur H. Ansar.*

(Rianto/Hms)

TerPopuler

> Whatsapp-Button