PLN Kuta Cane Cabang Langsa Terkesan Abai Dengan Nyawa Masyarakat

Rabu, 06 Oktober 2021, 10/06/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Agara - Masyarakat Desa Kandang Mbelang mendatangi kantor PLN Kuta Cane guna meminta pertanggungjawaban atas kejadian tersengat listrik yang menimpa warga desanya, pada saat menebang dahan ceryi di samping masjid yang ada di Desa Kandang Mbelang Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara).


Pantauan Awak Media Snipers.news, masyarakat Kandang Mbelang tampak secara beramai - ramai datang ke kantor PLN Kuta Cane, yang beralamat di Desa Perapat Hulu Kecamatan Babusalam pada hari Minggu (03/10/21) sekira pukul 15 Wib.


Atas peristiwa tersebut, Awak Media Snipers.news mencoba mengkonfirmasi pemuka masyarakat Desa Kandang Mbelang Jony, yang juga merupakan mantan Kepala Desa Kandang Mbaleng pada Senin (04/10/21), terkait kejadian itu.


Jony mengutarakan, bahwa kejadian tersengatnya warga terhadap listrik sudah sering terjadi, bahkan bukan satu atau dua kali. Hal itu dikarenakan rendahnya kabel tegangan tinggi yang hampir mengenai atap rumah warga.


Menurut Jony, pihaknya sudah pernah menyurati pihak PLN sewaktu masih di pimpin Polman hingga Kepala PLN yang baru, namun keinginan masyarakat belum terakomodir, hanya ada beberapa tiang yang di perbaiki.


"Masyarakat meminta agar tiang di tambah ketinggiannya, supaya kabel yang menyimpan arus tegangan tinggi diatas tidak menimbulkan korban, akan tetapi hingga saat ini hanya dua tiang yang di tambah ketinggiannya sehingga tiang yang lain tidak ada perbaikan," kata Jony.


Joni juga mengungkapkan, bahwa kejadian ini merupakan yang kedua kalinya, hingga  memakan korban tewas di desa tersebut.


"Yang pertama ada juga kejadian korban meninggal dunia saat membawa Eskalator / Beco tersengat listrik kabel tegangan tinggi, dikarenakan kabelnya sangat rendah dan korbannya meninggal dunia dari desa yang sama," paparnya.


Selain itu, kata Jony, ada juga kejadian terhadap tukang bernama Said saat  merenovasi rumah warga di desa ini. Saat kejadian naas tersebut korban tersengat listrik tetapi tidak meninggal dunia, hanya mengakibatkan cacat pada kakinya.


"Ini terjadi sebelum adanya kecelakaan tewasnya anak laki - laki yang bernama Gandek pada hari Minggu 3 Oktober kemarin," ungkap Jony.


Untuk kejadian yang menewaskan Gandek (korban-red), menurut keterangan saksi di lokasi kejadian berawal saat korban ingin membersihkan tempat usaha doorsmeer di dekat lokasi masjid desa tersebut, korban menebang pohon cery karena menghalangi tempat usahanya.


Tampa di sengaja, pohon tersebut menimpa kabel bertegangan tinggi yang memang kabel tersebut terlalu rendah, sehingga kabel tersebut mengenai korban sehingga mengakibatkan korban tewas mengenaskan.


"Saat dahan cery di tebang tidak langsung terputus, tetapi masih menyambung di batang induk, sementara korban masih  di atas pohon cery, jelas arus langsung mengalir kebatang cery yang mengandung air. Saat korban meminta tolong sambil berteriak "aku kontak", sontak masyarakat mendengar teriakan lalu memberikan pertolongan dengan cara melempar kabel yang berketegangan tinggi, sehingga dahan yang melekat di kabel jatuh bersamaan dengan si korban," ucap seorang warga yang enggan namanya di tulis dalam pemberitaan ini.


Kemudian korban terjatuh, dan masyarakat setempat bergegas membawa korban ke Rumah Sakit Nurul Hasanah, tetapi korban sudah meninggal dalam perjalanan.


"Karena masyarakat ingin memastikan korban sudah meninggal atau belum, makanya tetap diteruskan untuk di bawa ke Rumah Sakit," paparnya, yang juga merupakan salah satu Ketua Pemuda desa setempat.


Guna melengkapi pemberitaan ini, awak Snipers.news pun mencoba mengkonfirmasi pihak PLN Kuta Cane melalui telepon namun tidak di angkat, saat di hubungi melalui pesan WhatsApp juga tidak di balas.


Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PLN Kuta Cane.*


(Har/Dalisi)

TerPopuler

> Whatsapp-Button