Sempat Adu Jotos, Kesalahpahaman Antara Anggota TNI dan Satlantas Akhirnya Damai

Kamis, 25 November 2021, 11/25/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Ambon - Peristiwa Kesalahpahaman antara 1 Anggota TNI dan 2 Anggota Satlantas Polresta Ambon di Pos Mutiara Mardika Kota Ambon pada Rabu (24/11/2021), sekitar pukul 18.30 Wit, sempat Viral di media sosial.

Kejadian berawal dari seorang pengendara roda dua jenis KLX tanpa TNKB bagian belakang yang dikendarai oleh orang yang tidak diketahui identitasnya. Melihat hal tersebut, salah satu petugas Satlantas Polresta Ambon bernama Bripka Novie Sorioa memberhentikan kendaraan roda dua itu untuk menanyakan kelengkapan surat berupa SIM dan STNK.

Akan tetapi, saat di tanya oleh pihak Satlantas yang sedang bertugas di depan Pos Mutiara kepada pengendara, dijawab tidak ada karena sementara ada di salah satu temannya.

Mendengar jawaban tersebut, maka kedua petugas Satlantas Polresta Ambon mendorong kendaraan roda dua ke Pos Mutiara dengan tujuan untuk mengamankan kendaraan tersebut.

Dan diwaktu yang sama, pengendara menghubungi salah satu rekannya melalui via telepon seluler, dan selang beberapa menit kemudian datanglah seorang lelaki yang berpakaian dinas TNI dengan tujuan mau mengambil kendaraan roda dua jenis KLX, dimana kendaraan tersebut adalah miliknya.

Sebelum kendaraan tersebut di bawa pulang, sempat terjadi adu mulut yang berakibat berkelahian antara 1 Anggota TNI dan dua Anggota Satlantas, sehingga sempat Viral di medsos.

Kemudian, beberapa jam setelah peristiwa tersebut, pihak TNI-Polri dalam wilayah Maluku khususnya di Kota Ambon melakukan komunikasi untuk mendamaikan kedua institusi tersebut, dan akhirnya ada kesepakatan untuk melakukan perdamaian di Kantor Pomdam yang ada Kota Ambon.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kapendam XVI/ Pattimura, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat, Kapolresta Ambon dan sejumlah anggota baik dari TNI maupun Polri, untuk mendamaikan ketiga aparat negara yang berselisih paham.

"Persoalan yang menyebabkan perkelahian dari anak-anak kita bertiga ini sudah diselesaikan dan sudah saling memaafkan satu dengan yang lain, sehingga kesalahanpahaman yang terjadi di sore hari tadi sudah diselesaikan. Akan tetapi, menyangkut tentang disiplin akan di proses oleh masing-masing institusi, jika ada yang melanggar aturan kedisiplinan, maka sudah pasti ada sanksinya," kata Kombes Ohoirat.

Senada dengan Kabid Humas Polda Maluku, Kapendam XVI/ Pattimura Kolonel Arh. Adi Prayoga Choirul Fajar menyampaikan kepada awak media, bahwa persoalan yang terjadi di sore hari tadi sudah selesai. 

Artinya sudah mendamaikan dan sudah saling memaafkan satu dengan yang lain, dan kedepan persoalan seperti ini tidak perlu terjadi pada dua institusi ini (TNI-Polri-red).

"Semestinya kedua institusi ini harus dan wajib memberikan contoh baik, sehingga masyarakat selalu merasa prihatin bahkan tertarik dengan kita dari adanya kerjasama yang baik (Sinergi TNI-Polri), dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman. Hal ini yang perlu kita jaga dan pelihara, kemudian kita lestarikan ke masyarakat, bukan membuat sesuatu yang menjadi tontonan dan pembicaraan masyarakat," ujar Kapendam.

Kapendam berharap ke depan tidak terulang lagi persoalan seperti ini. Hal itu diingatkan Kapendam dalam keterangan pers kepada awak media di Kantor Pomdam XVI/ Pattimura.*

(Ajid Tomagola)

TerPopuler

> Whatsapp-Button