Diduga Kerab Mangkir Tugas, Kadis DLH Kabupaten Labusel Dalam Sorotan

Rabu, 29 Desember 2021, 12/29/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Labusel - Disiplin kerja para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) agaknya masih perlu dibenahi lagi.


Walaupun sudah ada larangan untuk tidak membolos kerja, bahkan ancaman berupa sanksi diberikan bagi si pelanggar, tetap saja hal tersebut dianggap sepele.


Setidaknya hal ini terlihat pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Labuhanbatu Selatan. Kadis DLH Labuhanbatu Selatan Syarifuddin Rambe diduga tidak masuk kerja sejak Selasa dan Rabu, 28-29 Desember 2021.


Menurut staf yang bertugas dalam penerimaan tamu dikantor DLH Labuhanbatu Selatan, ketika disambangi Wartawan, Selasa dan Rabu (28-29/12) mengatakan, sejak Selasa dan Rabu 29 Desember Kadis DLH Labuhanbatu Selatan belum masuk kantor.


Ditanya apakah Kadis DLH tidak masuk kantor karena tugas luar atau sedang libur ? Staf tersebut hanya menjawab belum masuk kantor.


Sementara Kabid Pembinaan dan Penindakan DLH Kabupaten Labusel Fery Aman Siagian, yang hendak dikonfirmasi terkait adanya pencemaran limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Labusel tidak berkenan ditemui, namun lewat staffnya dia berpesan sedang rapat bersama DLH Sumut.


Perihal Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Labusel dan Kabid Pembinaan dan Penindakan tersebut, Sekdakab Kabupaten Labusel Heri Wahyudi Marpaung, dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp mengatakan akan segera memonitornya.


Tentang sikap ASN yang mangkir kerja di jajaran Pemkab Labusel, menurut salàh seorang aktivis muda yang juga sebagai Ketua DPC Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda Nasional Independen (Permadani) Labuhanbatu Selatan Hanafi Siregar mengatakan, bahwa ASN tidak seharusnya mangkir kerja jika tidak ada alasan yang mendesak, apalagi oknum OPD itu menjabat sebagai Kepala Dinas.


"Bagaimana pelayanan bisa maksimal kalau sikap yang ditunjukkan seperti itu?," kata Hanafi.


Masih menurut Hanafi, bahwa dirinya sering protes tentang limbah di PKS Mampang, namun tidak pernah di respon secara arif oleh pihak DLH Kabupaten Labusel.


"Apalagi masalah limbah PKS sudah meresahkan warga di Mampang, beberapa kali kami mendatangi kantor DLH tapi tak ada respon yang positif dan terkesan menghindar, baik Kadis maupun Kabid Pembinaan dan Penindakan Ferri Aman Siagian," kata Hanafi.*


(K. Sipahutar)

TerPopuler

> Whatsapp-Button