Terkait Amdal, Pembangunan SPBU di Pemukiman Padat Penduduk Patut Dipertanyakan

Selasa, 28 Desember 2021, 12/28/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Deli Serdang - Stasiun pengisian bahan bakar umum di Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yang berlokasi dekat permukiman warga dapat dicurigai tidak memiliki kelengkapan analisis mengenai dampak lingkungan, sehingga berpotensi membahayakan keamanan lingkungan sekitarnya.

R. Anggi, seorang aktivis yang kerab mengkritisi kebijakan mengatakan, ini adalah bentuk kepedulian terhadap masyarakat Dusun IV Desa Bandar Khalipah.

"Dalam waktu dekat kita akan pasang puluhan spanduk dan tanda tangan penolakan warga atas pembangunan SPBU ditengah permukiman padat penduduk," ujarnya.

"Kita menganalisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) antara lain mengatur lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak berdekatan dengan permukiman warga, karena sangat berbahaya jika terjadi kebakaran dan juga dapat mencemari lingkungan air tanahnya," sambungnya.

Dikatakannya, bahwa pembangunan SPBU harus memenuhi ketentuan Amdal, guna mencegah potensi dampak besar terutama berupa ancaman kebakaran dan pencemaran lingkungan untuk jangka panjang, terutama kawasan permukiman yang terdekat.

"Hendaknya tidak dirusak oleh pemberian izin pembangunan SPBU baru, yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga dengan Amdal yang tidak dilaksanakan secara benar," ungkapnya.

Syarat pendirian SPBU harus dilengkapi Amdal dan dilaksanakan secara benar untuk jangka panjang. Kalau hal itu tidak mendapat perhatian secara benar, maka dikhawatirkan terjadinya potensi dampak yang cukup besar dan merugikan warga sekitar.

Dirinya mengatakan, Amdal merupakan dokumen publik yang diminta atau tidak diminta harus terbuka bagi pihak yang berkepentingan, terutama masyarakat sekitar lokasi SPBU yang memilik analisis mengenai dampak lingkungan tersebut.

Keterbukaan Amdal, menurutnya, dapat menjadi alat pengawas yang efektif dapat dilakukan pemerintah dan masyarakat, sehingga pembangunan dan pengoperasian SPBU, terutama di dekat permukiman warga, tidak menimbulkan masalah lingkungan dalam jangka yang panjang.

"Warga menilai, kehadiran SPBU itu selain menyalahi tata ruang, juga dianggap dapat mengancam kehidupan warga sekitar, berupa kebakaran atau ledakan, pencemaran air dan gangguan kesadaran," tutup Anggi.*

(R - 1)

TerPopuler

> Whatsapp-Button