Selama 10 Tahun Tak Digarap, Kini Lahan Tidur Menjadi Produktif

Selasa, 11 Januari 2022, 1/11/2022 WIB
Oleh Cinta Pradiva Alvina Ardianti

SNIPERS.NEWS | Badung - Sepuluh tahun, tanah miliki I Made Agus Suantara asal Banjar Pengiasan Desa Mengwi Kabupaten Badung, kini diambil alih oleh Kepolisian Resor Badung dijadikan lahan produktif yang menghasilkan.

Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, S.I.K., S.H. M.H., menjelaskan, kondisi ekonomi saat ini, khususnya bagi mereka yang bergerak di sektor pariwisata merasakan buruknya ekonomi selama Pandemi Covid -19. Selasa (11/1/22) pukul 10.10 wita

Dengan adanya kondisi ekonomi tidak sebaik sebelum Pandemi Covid -19, Polres Badung dengan Programnya 'Polisi Berkebun' sangat membantu masyarakat membangkitkan ekonomi dengan cara mengaktifkan lahan tidur / non produktif menjadi lahan produktif. 

"Kita sudah lakukan survei, supaya bisa mengetahui secara mendetail bagimana tehnik menanam, kami turun langsung ke lapangan (sawah red) ke pemilik lahan dibantu PPL Desa setempat dan Pekaseh (kepala pengairan /Subak di Bali)," ungkapnya.

"Ini kita upayakan, agar lahan tidur bisa memiliki nilai ekonomis dan  hasilnya diserahkan ke petani," sambungnya.


Menurut Pria lulusan Akpol 2002 ini menyebutkan, bahwa 'Polisi Berkebun' ini secara tidak langsung sudah melakukan patroli dengan Pemolisian Masyarakat (Polmas) yaitu polisi yang pro aktif di masyarakat, sehingga dapat mendeteksi sedini mungkin situasi Kamtibmas di wilayah. 

"Setidaknya hal kecil ini bisa bermanfaat untuk masyarakat selain melakukan tindakan preemtif, preventif dan resfresive terhadap tindakan kejahatan," Sebutnya usai menyerahkan sembako di rumah pemilik lahan.

Selanjutnya, kata Mantan Kasat PJR Ditlantas Polda Bali, kegiatan berkebun ini akan dikawinkan dengan sampah plastik. Dengan mengumpulkan sampah plastik, akan mendapat penghasilan tambahan selain hasil dari polisi berkebun.

"Kita akan berikan buku tabungan, hanya saja menabung di Bank Sampah berbeda dengan di Bank pada umumnya. Kalau di Bank umum menabung menggunakan uang sedangkan di Bank Sampah menabung menggunakan Sampah," pungkasnya.*

(Arifin/Lilik/Hms)

TerPopuler

> Whatsapp-Button