Isu Kekosongan Obat di RSUD H. Sahudin Kutacane Kembali Terjadi

Minggu, 20 Februari 2022, 2/20/2022 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Agara - Berkembangnya kembali isu kekosongan obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Sahudin Kutacane, seperti yang diberitakan oleh beberapa media di Kabupaten Aceh Tenggara, membuat situasi tersebut dikeluhkan para pasien yang akan berobat di Rumah Sakit tersebut.

Bahkan, dikabarkan sudah ada pasien yang harus mengeluarkan uang sendiri untuk membeli obat, walaupun sudah terdaftar sebagai pasien dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Sementara kemarin, Jum'at (18/02/22), seorang warga bernama Afrijal mengatakan kepada Awak Media Snipers News saat mengantar anaknya untuk rawat jalan menggunakan BPJS di RSUD, ternyata ada item obat yang tak ada tersedia, seperti obat Ambrokxol sirup batuk untuk anak-anak.

"Disaat ada pasien yang sangat membutukan perawatan dan pengobatan, stok obat yang ditulis oleh dokter tidak semuanya ada di apotik. Mirisnya, pasien terpaksa harus membeli obat diluar rumah sakit," ujar Ijal, salah seorang warga yang membawa anaknya berobat.

Untuk itu, terpaksa ia membeli obat di apotik luar, karena stok obat-obatan di apotik milik rumah sakit kosong.
Ijal menyatakan sangat kecewa atas tak tersedianya sejumlah obat di Rumah Sakit Umum Daerah Sahudin ini.

Padahal menurutnya, dana BPJS Kesehatan ada. "Jadi anggaran itu dikemanakan, sampai bisa obat jenis Ambrokxol kosong," kata Ijal dengan merasakan sangat kecewa.

Kejadian ini, jelasnya sudah yang ketiga kali dialaminya. Sebelumnya, akhir tahun 2021 lalu, saat membawa anaknya berobat jalan, kala itu ada juga obat yang tak tersedia.

Kemudian pada Kamis (20/1/2022), saat membawa istrinya Desmita (39) berobat, ternyata ada jenis obat yang tak ada alias kosong dirumah sakit, yakni jenis simvastatin atau obat yang digunakan untuk menurunkan kolesterol jahat.

Akibat obat jenis tersebut kosong, kata dia, terpaksa ia harus membeli lagi obat disalah satu apotik di Kotacane. "Sehingga kami terpaksa membeli di apotek luar RSUD," kata Ijal lagi.

Terkait hal itu, Awak Media Snipers News Perwakilan Aceh mencoba menghubungi Harty, selaku Kepala Apotik di RSUD melalui Jaringan WhatsApp untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Sabtu  (19/02/22).

Harty menjelaskan, bahwa semua ini hanyalah kesalapahaman dalam peraturan saja, mengenai obat yang dimaksud ini semua ada, hanya saja pasien rawat jalan tersebut tidak melalui jalur antrian. 

"Pasien hanya minta tolong ke Staf Dinas Rawat Inap, sementara anggota saya ini tidak mengkonfirmasi tentang obat tersebut kepada saya, padahal obat itu ada," jelas Harty, melalui balasan pesan singkat WhatsApp miliknya.

Lalu Harty mengirim WhatsApp kembali, menurutnya, obat jenis Simvastatin tidak di klaim oleh pihak BPJS sebelum ada nilai LAB, LDL nya. "Bagaimana kita bisa tau pasien mengidap Penyakit Kolestrol kalau belum ada nilai LDL nya," kata Harty.

Sementara nilai LDL itu merupakan syarat penetapan diagnosa terhadap pasien yang terkena Kolestrol atau tidak. "Namanya juga berobat pakai BPJS LBH, dengan adanya berbagai kekurangan pada sistemnya dan kita harus memakluminya, karena banyak hal yang ada peraturannya dari Pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)," kembali balas Harty.

Sementara Jamal, selaku Kabid di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Sahudin Kutacane, saat di hubungi untuk dimintai keterangannya melalui Jaringan Handphone dan WhatsApp sampai berita ini terbit belum membalas pesan awak media.*

(Dalisi)

TerPopuler

> Whatsapp-Button