Minyak Goreng Melimpah, Pengusaha Bahagia

Jumat, 18 Maret 2022, 01:34 WIB
Oleh DAKAR


SNIPERS.NEWS | Medan - Keputusan pemerintah melepaskan harga minyak goreng (migor) kemasan sesuai harga pasar atau harga keekonomian, mendapat respon instan oleh sejumlah toko ritel, Selasa (15/03/22).


Kelangkaan Minyak Goreng yang terjadi dalam beberapa pekan kini telah berakhir, ketersediaan minyak goreng mendadak berlimpah, Toko ritel dan pedagang menyediakan kembali migor kemasan 1 liter atau 2 liter dengan harga normal.


Berdasarkan info yang beredar, toko-toko ritel di beberapa lokasi berbeda mematok harga migor, berkisar :


- Rp 40.000 - 47.900 / 2ltr.
- Rp 19.000 - 23.900 / 1ltr.


Harga ini tentu jauh lebih mahal dibandingkan ketetapan satu harga yang sebelumnya telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni Rp. 14 ribu/liter.


Setelah mengadakan pertemuan dengan produsen migor, pemerintah kembali memutuskan untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah untuk masyarakat menjadi sebesar Rp.14 ribu per liter, yang sebelumnya HET minyak goreng curah Rp. 11.500 per liter.


Pemerintah juga mencabut aturan HET minyak goreng kemasan dan menyerahkannya melalui mekanisme pasar, Dengan diputuskannya ketetapan ini, pemerintah dinilai kalah oleh permainan pengusaha/mafia pada bisnis ini.


Keinginan dan keseriusan Pemerintah menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET), untuk meringankan beban masyarakat yang selama ini luluh lantak akibat pandemi Covid-19 seakan sirna.


"Ibarat Ayam Mati di Lumbung Padi", Indonesia yang dikenal memiliki perkebunan dan penghasil sawit terbesar di dunia seakan tak mampu mengendalikan dan mengontrol ketersediaan.


Perlu diketahui, kenaikan harga komoditas di luar negeri membuat Crude Palm Oil (CPO) ikut terkerek. Dampaknya akan dirasakan masyarakat dunia, yang harus menyesuaikan harga dengan tarif pasar. Akan tetapi, daya beli satu negara dengan negara lain dipastikan berbeda.*


(DKR)

TerPopuler

> Whatsapp-Button