Ketum PB-PASU Geram dan Minta Kapolda Sikat Kawanan Gank Motor

Kamis, 21 April 2022, 4/21/2022 WIB
Oleh Redaksi

Ket. Foto Ketua Umum PB-PASU Eka Putra Zakran, S.H., M.H.


SNIPERS.NEWS | Medan - Maraknya kembali aksi tindak kejahatan seperti begal dan gank motor di Kota Medan, Sumatera Utara, membuat sejumlah kalangan geram. Salah satunya Eka Putra Zakran, S.H., M.H. (Epza) Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Advokat Sumatera Utara (PB PASU) terkait tewasnya salah seorang warga Simpang Kantor yang dibacok oleh kawanan gank motor pada Kamis (21/4) sekitar pukul 00.15 dinihari tadi.

Dikatakan Epza dirinya geram, gusar dan mengecam tindakan kekerasan serta penganiayaan yang menyebabkan nyawa warga melayang ditangan kawanan gank motor tersebut.

"Geram kali kita dibuat aksi-aksi kejahatan dan teror seperti yang dilakukan oleh para Begal dan kawanan gank motor yang meresahkan masyarakat ini. Kenapa pula masalah begal dan gank motor ini kembali marak terjadi, rasa-rasanya kok ndak aman ya kamtibmas kita?," Hal itu disampaikan Epza pada Kamis (21/4/22) ketika merespon terjadinya peristiwa aksi kejahatan dari kawanan gank motor di Simpang Kantor, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan yang menyebabkan tewasnya korban bernama Ratno (30) di depan anak istrinya.

"Sadis kali perbuatan mereka ini, di depan anak istrinya korban dibacok. Hemat saya gak bisa ditolerir para kawanan gank motor ini," ujarnya.

Jika aksi begal ataupun kawanan gank motor mulai marak, tegas Epza, ini menandakan kantibmas tidak aman. Gak bisa dibiarkan seperti ini, setiap waktu ada bahaya mengancam.

"Gawat kalau begini, kalau kamtibmas tidak aman, masyarakat pun tidak akan tenang. Harus dilakukan tindakan tegas, harus disikat gank motor ini. Pendeknya jangan dikasih ruanglah para gank motor ini beraktivitas," tegasnya.

Epza juga berharap, Aparat Kepolisian harus bertindak cepat, harus ektra dalam melakukan pengawasan dan pengamanan kamtibmas ditengah masyarakat.

"Kita minta agar Kapolda turun tangan melakukan tindakan tegas terhadap kawanan gank motor ini. Jangan sampai masyarakat dibikin tambah resah, karena merasa tidak aman akibat maraknya aksi kawanan gank motor di Kota Medan dan Sumatera Utara ini," pinta Epza. 

Epza juga menjelaskan, bahwa para pelaku tindak kekerasan atau penganiyaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain harus ditangkap dan ditindak tegas. 

"Pendeknya jangan lagi dikasih ruang untuk mereka, geram kali kita dibuat kelompok gank motor ini. Selain meresahkan, juga mengancam jiwa, kenyamanan dan ketertiban masyarakat," kesal Epza. 

"Kalau kita rekomendasinya itu. Kita meminta Kapolda dan jajaran kepolisian, jangan kasih ruang untuk kawanan gank motor ini, kalau muncul dia harus disikat," pungkas mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan itu.*

(Team MU)

TerPopuler

> Whatsapp-Button