Sempat di Hadang Massa, Excavator Galian C Dibawa ke Gudang Penyimpanan Milik Polrestabes Medan

Rabu, 20 April 2022, 12:07 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Deli Serdang - Tim pengamanan aset PTPN II sempat di hadang puluhan masyarakat yang diduga preman saat memergoki aksi penjarahan tanah di lahan HGU aktif Kebun Bandar Kllipa, tepatnya di Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Selasa (19/04/2022).

Lokasi yang berada di Pasar X Desa Saentis tersebut ditemukan satu unit beko (excavator) sedang mengeruk tanah Galian C ilegal yang diangkut ke atas dump truk.

Namun, pada saat Team Pengamanan Aset PTPN II ingin membawa Excavator Galian C, sempat dihadang puluhan masyarakat yang diduga oknum pemback up dan menghalangi Mobil Trado yang ingin membawa Excavator tersebut.

Hingga akhirnya, Tim Pengaman Aset bersama Manager Kebun Bandar Kllipa Ade Evi Azhar bersama Budi Satya Nainggolan selaku Kepala Papam Desa Bandar Kllipa Kabag Hukum, kemudian membuat laporan ke Polrestabes Medan, hingga polisi langsung turun ke lokasi guna menindaklanjuti laporan tersebut.

Budi Satya Atmaja selaku Kepala Papam Kebun Bandar Kllipa seusai membuat laporan di Polrestabes Medan dirinya menyatakan, bahwa di areal HGU pihaknya sudah berulang-ulang melakukan penangkapan, dan Galian ini sudah bertahun-tahun.


"Terus begini, seperti kucing kucingan. Mereka langsung tau ketika kami bergerak. Dalam satu bulan ini kami sudah tiga kali penangkapan ikan ini, dan kami coba terus sampaikan ke Polrestabes Medan. Harapan kami, ini itu betul di garap, jangan hanya operatornya. Operatornya kami tangkap dan di bawa kemari termasuk alat beratnya, akan kami dorong kemari (Polrestabes) itu. Karena berhadapan dengan massa oknum preman, jadi agak sulit kami. Kemudian yang kedua itu kan lokasinya jauh kedalam, ketika kami masuk saja dari luar sudah ada sampai ke sana beritanya," katanya.

"Sebelumnya kami tadi memang sudah disana. Karena masih kosong mereka kedudukan tadi kan lagi pindah lokasi, kami juga tunggu di situ karena tahu tadi pagi sudah 50 dia mau pindah lokasi kami nggak di situ, kemudian begitu dia mau main kami tangkap. Kita sebagai warga negara Indonesia menangis melihatnya, bagaimana ini pun malam, ini dari Polres akan turun," tambahnya.

Dikatakannya, bahwa Beko yang sempat dihadang akan dibawa, namun kita akan menunggu petunjuk dari Polrestabes, kemana dibawa. "Apakah ke gudang apa kemari, tapi sudah kita siapkan untuk dibawa kemari, dan saat ini disana dijaga oleh anggota kita," jelasnya.

Pantauan awak media dilokasi, bahwa yang mengawal Beko untuk diamankan saat ini diduga dibawa ke sebuah gudang penyimpanan Polrestabes Medan di Desa Sampali.

Kepala Bagian Hukum PTPN II Ganda Dwi Atmaja juga memberikan keteranganya, bahwa kasus ini cukup besar, untuk itu pihaknya berharap aparat penegak hukum segera menuntaskan masalah ini, karena memang ini bukan hanya satu lokasi di PTPN 2, bahkan di banyak lokasi lahan-lahan PTPN 2 itu dilakukan Galian C. 

"Ini cukup merugikan kita, dan kita berharap ada tindakan tegas dari aparat keamanan. Jadi sudah dituntaskan pak. Kami berharap bukan hanya pelaku operatornya saja, tapi semua pelaku yang terkait dengan itu. Kita pernah ke penadahnya dan sudah diambil tindakan tegas," ujar Ganda.

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol M Firdaus saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp, mengenai penangkapan excavator Galian C dan di simpan ke sebuah Gudang No Pintu 55 di Desa Sampali, hingga berita diterbitkan, terlihat belum membaca.


Ditempat terpisah, Rahmat Kurniawan selaku Humas PTPN II saat dikonfirmasi mengatakan, hal ini jika tidak cepat di cegah bisa saja lokasi tersebut akan menjadi areal Galian C ilegal liar yang baru. 

"Sebab selama ini, ada pihak tertentu yang terus berusaha menjarah tanah dalam areal HGU PTPN-II, dan kami seperti bermain kucing-kucingan dengan petugas," kata Rahmat melalui balasan pesan singkat whatsappnya.

Menurut salah seorang masyarakat yang tidak ingin disebut identitasnya, dan memang cukup geram dengan aktivitas Galian tanah tersebut mendukung sikap tegas pihak PTPN 2 dan aparat kepolisian.

"Cocok sekali Beko tersebut ditangkap, kami selama ini resah, namun kami takut, karena dijaga oleh preman preman. Jalan yang baru di aspal bahkan sudah di beton juga rusak parah bang, dan itu sangat membahayakan kami dan pengendara yang melintas," ucap warga.

Masyarakat berharap Excavator jangan dilepas kembali, agar hal hal yang merugikan masyarakat maupun negara tidak terulang kembali.*

(RA)

TerPopuler

> Whatsapp-Button