Muara Sungai Krueng Dangkal, Ini Pesan Foreder Jokowi Aceh Kepada Panglima Laut

Sabtu, 04 Juni 2022, 05:22 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Aceh - Banyaknya endapan pasir yang ada di muara sungai Krueng Aceh mengakibatkan aliran air yang menuju sungai sepanjang 145 KM sulit untuk beriteraksi dengan baik ke laut. Akibatnya, sejumlah kecamatan di areal bantaran Krueng Aceh itu terancam banjir.

"Namun yang paling disayangkan lagi adalah sejumlah Nelayan yang berada di pancang Peunayong mengalami kusulitan untuk melaut, akibat muara sungai yang dangkal dampak dari tingginya sendimentasi," demikian ucap Sayed Munawir, Ketua Dewan Pembina DPD Foreder Jokowi Aceh, Jumat (03/06/22).

Tambah Sayed, apalagi dalam beberapa hari ini tingginya intensitas hujan dengan disertai angin kencang, maka sendimentasi di muara akan semakin bertambah.

"Kita ketahui saat ini musim barat telah tiba, dimana air laut menuju darat akan kerap terjadi, dengan sendirinya akan memacu gelombang bawah air semakin kuat, maka jumlah pasir yang dibawa semakin banyak dan muara sungai serta merta akan dangkal," jelas Ketua Pembina Foreder Jokowi itu.

Sebelum terjadi bencana, ada baiknya segera diatasi agar tidak berdampak pada masyarakat luas, kita ketahui yang telah merasakan dangkalnya muara itu adalah para Nelayan, karena perahu mereka kerap kandas bila melintasi Muara Krueng Aceh.


"Hingga hari ini saja sedikitnya puluhan pawang sudah menghubungi DPD Foreder Jokowi Aceh, untuk menyampaikan keluhan mereka terhadap dangkalnya muara Krueng Aceh," imbuh Sayed.

Maka, dirinya meminta agar aspirasi para Nelayan ini dapat disahuti, tentu dengan segera dicarikan solusi, dalam hal ini pihaknya meminta Panglima Laut Lhook Krueng Aceh sebagai pemimpin adat laut untuk mencari jalan keluarnya.

"Ini kerja setali dua uang, kami rasa bila aspirasi nelayan ini segera disahuti, maka dua masalah akan teratasi, Pertama Nelayan kembali nyaman melaut karena muara telah dikeruk sehingga perahunya tidak kandas, kedua bencana banjirpun dapat dielakkan sehingga masyarakat tidak mengalami kerugian signifikan," ujar Sayed yang kerap disapa Habib itu.

Lanjutnya, beberapa waktu lalu pihaknya mendengar dari para Nelayan ada satu kebijakan yang dilakukan oleh panglima laut yang sangat bagus, yakni menginisiasi pengerukan muara sungai secara mandiri. Ini merupakan suatu upaya sangat bijak, sebagai tindakan responsif kepada masalah yang dialami rakyat dan Nelayan.

"Maka, apa salahnya Panglima Laut kembali berkoordinasi dengan instasi terkait untuk melakukan hal serupa," pinta Dewan Pembina Foreder Jokowi Aceh.*

(Dalisi)

TerPopuler

> Whatsapp-Button