Cegah Konflik Sosial, Kodim 0820 Probolinggo Gelar Binkom

Rabu, 10 Agustus 2022, 10:37 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWS | Probolinggo - Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Arh Arip Budi Cahyono hadir dan membuka secara langsung pelaksanaan pembinaan komunikasi (BINKOM) cegah konflik sosial di aula Makodim setempat.

Dalam pembinaan yang mengambil tema dengan peran seluruh komponen masyarakat dalam mencegah konflik sosial di wilayah Kodim 0820/Probolinggo dihadiri ratusan peserta yang merupakan perwakilan masyarakat, lembaga swadaya masyakat serta sejumlah pihak lainnya.

Dandim 0820/Probolinggo Letkol Arh Arip Budi Cahyono dalam sambutanya menyampaikan rasa  terimakasih kepada Tim Mabessad yang telah hadir dalam rangka memberikan pembinaan di Kodim 0820/ Probolinggo. "Secara geografis wilayah Probolinggo terbagi menjadi 2 wilayah, yaitu Kota dan Kabupaten Probolinggo," kata Letkol Arh Arip Budi Cahyono, Selasa (9/8) malam.

Ia menambahkan, secara umum wilayah Kabupaten Probolinggo telah melaksanakan pemilihan kepala desa serentak di 258 desa yang berlangsung dengan aman dan tertib. Terkait tahun depan yang akan menghadapi pemilihan legislatif dan eksekutif maka mulai saat ini, dirinya merasa perlu dalam mengantisipasi kerawanan kerawanan yang kemungkinan akan terjadi.
                            

"Untuk itu, tentunya melalui pembinaan komunikasi ini kami mohon arahan kepada Tim Mabesad sehingga kedepannya bisa melaksanakan tugas dengan baik," ujarnya.

Dandim mengungkapkan, pembinaan komunikasi cegah konflik sosial bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengantisipasi konflik sosial di lingkungannya terutama untuk mencegah dan meredam potensi konflik sosial yang terjadi di wilayah baik yang  bersifat vertikal dan horizontal.

"Konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja melainkan tanggung jawab seluruh komponen bangsa yang memiliki tanggung jawab moral penanganan konflik sosial, untuk penanganan konflik sosial harus dilaksanakan secara sistematis dan terencana pada saat maupun sesudah terjadinya konflik," papar Dandim.

Sementara, Letkol Arh Teguh Waluyo dari Pusat Intelijen TNI Angkatan Darat (Pusintelad) mengungkapkan, bahwa keberlangsungan pembangunan nasional beserta gejolaknya perlu diperhatikan. "Kita baru saja mengalami pandemi covid 16 beserta konflik sosial lainnya yang terjadi di masyarakat," terang Letkol Teguh.

Gejolak konflik tersebut terbukti telah mengakibatkan hilangnya rasa aman dan timbulnya rasa takut masyarakat, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, korban jiwa dan trauma psikologis yang dapat menghambat terwujudnya kesejahteraan umum.

"Konflik bisa muncul dari mana saja, baik dari karakter individu, masyarakat, kelompok, interaksi sosial, untuk mencegah terjadinya konflik sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab seluruh komponen bangsa," pungkasnya.*

(Taufiq/Pendim)

TerPopuler

> Whatsapp-Button