Zainal Abidin Tokoh Masyarakat Belawan Angkat Bicara Terkait Aksi Tawuran

Minggu, 18 September 2022, 18:57 WIB
Oleh Cinta Pradiva Alvina Ardianti

SNIPERS.NEWS | Medan - Aksi tawuran di Belawan yang semakin hari semakin parah saja karena disebabkan faktor ekonomi rendah (kemiskinan) dan juga yang paling utama karena sudah kurang pedulinya para orang tua terhadap anak-anaknya. Selain itu juga karena pengaruh lingkungan dan narkotika.

Hal itu disampaikan tokoh masyarakat Belawan, Zainal Abidin, saat ikut serta dalam kegiatan patroli Satgas PKAT yang langsung di pimpin Camat Medan Belawan bersama unsur TNI-Polri, Satpol PP, pihak Kecamatan dan Kelurahan di Belawan, pada Sabtu dini hari, (17/09/2022).

“Yang utama itu akar masalahnya adalah kemiskinan, lalu para orang tua sudah kurang peduli pada anak-anaknya, jadi itu yang harus kita pikirkan bagaimana menyelesaikan akar masalah tersebut, coba lihat saja tadi, anak yang masih dibawah umur masih berkeliaran diluar rumah, itukan tandanya orang tuanya kurang peduli pada anaknya," ucap tokoh tersebut.

Tokoh muda itu juga menyampaikan salah satu solusi untuk mengatasi aksi tawuran di Belawan harus ada tindakan tegas berupa sanksi administratif dan penyetopan sementara Bansos bagi warga yang anaknya terlibat aksi tawuran.

“Memang giat patroli ini cuma bisa sekedar mengurangi aksi tawuran, tapi mau sampai kapan, solusi yang jitu adalah buat sanksi penyetopan sementara Bansos bagi warga yang anaknya terlibat aksi tawuran, supaya ada efek jera, pasti orang tuanya akan menjaga anaknya karena takut tak dapat uang PKH lagi, betul nggak bang?," kata tokoh muda itu yang selalu aktif ditengah masyarakat.

Sementara itu, Camat Medan Belawan Subhan Fajri Harahap, S.STP., M.AP., juga menyampaikan, dari hasil patroli pada malam tersebut, Tim Satgas PKAT berhasil mengamankan 1 orang pelaku tawuran beserta alat bukti senjata tajam (Sajam) berupa kelewang, dan pelaku tersebut telah diserahkan kepada pihak Polres Pelabuhan Belawan untuk proses hukum selanjutnya. 


Terkait penyetopan sementara Bansos bagi warga yang anaknya terlibat aksi tawuran bukan wewenang pihak kecamatan, tapi Kemensos RI.

“Tadi kami sempat kejar-kejaran dengan mereka, semuanya berhasil kabur dengan melompat ke Laut, hanya satu yang tertangkap karena tak pandai berenang, lalu 1 orang pelaku itu beserta kelewangnya kami serahkan ke Polres untuk proses hukum. Kalau masalah penyetopan Bansos bagi orang tua yang anaknya terlibat tawuran bukan wewenang saya lo bang," sebut Subhan.

Usai melaksanakan Patroli, Tim Satgas PKAT kembali ke posko utama di kantor Camat Belawan, tak lama kemudian, datanglah orang tua pelaku tawuran yang tertangkap tersebut (Mamaknya) dengan menangis, lalu Tim Satgas PKAT mengarahkan ibu tersebut ke Mako Polres Pelabuhan Belawan.

Sebelum ibu tersebut pergi, Camat Belawan sempat menasehati ibu itu agar selalu menjaga anaknya tidak terlibat tawuran. Begitu juga dengan tokoh muda tersebut yang juga sempat berbincang dengan orang tua pelaku tawuran tersebut.

“Anak ibu berapa?," kata tokoh muda itu.
“11 orang pak," sebut ibu itu.
“Repot menjaganyakan bu, bapak kerja apa?," kata tokoh muda itu.
“Iya pak, pusing ngurusnya, suami saya kelaut,"  kata ibu itu.
“Ibu terima PKH, kalau PKH ibu kami stop gimana, karena anak ibu terlibat tawuran," kata tokoh itu.
“Janganlah pak, saya janji akan jaga anak saya, tapi jangan distop ya pak PKH saya, karena gaji suami saya nggak cukup buat sehari-hari," kata ibu itu dengan rasa takutnya kalau Bansosnya di stop, dan dia berjanji akan menjaga anaknya tidak akan terlibat tawuran lagi.*

(Gunawan)

TerPopuler

> Whatsapp-Button