Buya Muzammil Gelar Kunker Bersama Anggota di Kabupaten Mojokerto, Ada Apa?

Jumat, 13 Januari 2023, 13:44 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWS | Mojokerto - DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi A melaksanakan fungsi pengawasan pada program Pemprov dengan melaksanakan  evaluasi terhadap program yang sudah disepakati bersama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, yakni untuk Program Jatim Puspa dan Desa Berdaya yang sudah dikucurkan oleh Pemprov Jatim.

Dikatakan H. Muzammil Syafi'i, SH,. M.Si, adapun fungsi pengawasan yang dilakukan oleh DPRD Jatim adalah untuk mengetahui seberapa sukses program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa penerima program tersebut, bagaimana dampak bantuan tersebut untuk bisa menurunkan angka kemiskinan di desa yang bersangkutan, seperti yang dilakukan Komisi A di Kabupaten Mojokerto.

Seperti diketahui, Kabupaten Mojokerto tahun 2022 menerima 10 paket bantuan untuk Desa Mandiri masing masing memperoleh 75 juta rupiah.

"Serta 50 orang keluarga, mereka adalah keluarga graduasi PKH yang sudah tidak lagi menerima bantuan PKH agar bisa hidup mandiri menerima bantuan 2,5 juta untuk kegiatan usaha," ucap Buya Muzammil (sapaan akrab H
 Muzammil Syafi'i.Red), Jumat (13/1/2023).
                                

Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mojokerto serta berdasarkan pantuan riel di lapangan, program tersebut berhasil sebanyak 70 persen dalam meningkatkan perekonomian desa.

Mereka berharap tahun tahun depan bisa lebih meningkat baik nilai bantuannya maupun jumlah  paketnya, yakni kalau semula 75 juta diusulkan menjadi 100 juta dan jumlahnya ditingkatkan tidak hanya 10 desa tapi bisa 2 atau 3 kali lipat, sehingga mampu segera melakukan recovery ekonomi pasca covid secara massiv.

"Bukankah membangun ekonomi sebaiknya dimulai dari desa dan menumbuhkan UMKM sehingga makin maju," terangnya.

Namun, Komisi A menyayangkan hasil 70 persen yang dimaksud tidak dituangkan  dalam laporan tertulis dan juga tidak terdeteksi seberapa besar penurunan angka kemiskinan di masing masing desa tersebut.

Komisi A menyadari akan keterbatasan kemampuan pemerintahan desa terkait dengan proses pencatatan pelaporan secara baik.

"Fungsi pelaporan sampai pada out put dan out come dan evaluasi menjadi sangat penting untuk program kedepan agar program yang kita susun dan sepakati bersama eksekutif menjadi lebih efektif dan opotimal hasilnya," tandas Buya.

Diketahui, Kunker evaluasi program di Kabupaten Mojokerto pada hari Selasa tanggal 10 Januari 2023 dpimpin langsung oleh H Muzammil Syafii, SH,.MSI didikuti oleh 6 orang anggota komisi A.*

(Fiq)

TerPopuler

> Whatsapp-Button