Diduga Tilep Insentif Guru Ngaji dan Linmas, Salah Satu Kepala Tiyuh Dilaporkan Ke Polisi

Sabtu, 14 Januari 2023, 19:38 WIB
Oleh julianto88

SNIPERS.NEWS | Tubaba - Setelah beberapa minggu lalu terjadi kericuhan di Tiyuh/Desa Kibang Tri Jaya Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung akibat Kepala Tiyuh/Desa Kibang Tri Jaya M. Asrofi di duga tilep dana insentif guru ngaji dan linmas, berlanjut munculnya vidio viral permintaan dari guru ngaji dan linmas agar M. Asrofi memberikan hak mereka. 

Akhirnya, tepat hari Sabtu 14/01/2023 sekira pukul 11.00 Wib, Linmas ditemani salah satu LBH dari Tubaba dan LSM serta Media melaporkan Kepala Tiyuh M. Asrofi ke Tipidkor Polres Tulang Bawang Barat Polda Lampung, laporan diterima langsung oleh Kanit Tipidkor Ipda M. Khoir diruangannya. 

Menurut keterangan pendamping hukum Linmas dan guru ngaji, Junaedi yang mendampingi pelapor SPR, AGS dan JL setelah keluar dari ruangan Tipidkor menjelaskan, laporan ke bagian Tipidkor Polres Tubaba harus dilakukan, karena dari bukti awal dan keterangan saksi-saksi cukup bukti, bahwa M. Asrofi diduga melakukan tindakan melawan hukum dengan sengaja memasukan data fiktif guru ngaji sebayak 12 orang dengan nilai Rp. 7.200.000 dan linmas sebayak 10 orang dengan nilai Rp. 5.000.000.

"Kenapa saya bilang fiktif mas, dari bukti yang saya dapat dari foto copy  Rencana Angaran Belanja (RAB) Tiyuh/Desa Kibang Tri Jaya Tahun 2022, sangat jelas dimasukkan dalam pengeluaran ABPT ada anggaran insentif guru ngaji dan linmas totalnya Rp. 12.200.000., dan ketika tim kami mengecek ke lapangan hingga Selasa 10/01/2023 belum ada yang tersalurkan, padahal surat pertanggung jawaban kerjanya menurut Camat Lambu Kibang sudah ada dan sudah di Acc. Apakah itu gak fiktif namanya?, kalau gak mau dibilang fiktif tentunya sudah dibagikan," tegas Junaedi. 

Sementara itu, saat disinggung terkait beredarnya vidio viral guru ngaji dan linmas memohon kepada Kepala Tiyuh/Desa M.Asrofi agar memberikan insentifnya tiba-tiba Bendahara Tiyuh/Desa, Erdi membagikan insentif guru ngaji.

"Itu saya benarkan mas, bahkan saya berkesempatan berbicara langsung lewat telpon selular dengan Bendahara Tiyuh/Desa Kibang Tri Jaya Erdi, untuk konfirmasi dan Erdi mengiyakan dia yang membagikan itu, di suruh Kepala Tiyuh. Mungkin M. Asrofi takut kena azab dan jadi cerita seperti sinetron di TV misteri illahi," ucap Junaedi sambil tersenyum. 

Sembari berjalan keluar Polres Tubaba, beberapa awak media mempertanyakan kepada Junaidi, bagaimana selanjutnya proses hukum yang akan diterapkan penyidik kepada Kepala Tiyuh/Desa tersebut.

"Sabar mas, biarkan Pak Kanit Tipidkor dan jajaran bekerja dulu dengan memeriksa saksi dan alat bukti, kemudian memangil M. Asrofi. Kalau masalah dana insentif guru ngaji sudah dibagikan tadi sudah saya sampaikan kepada Pak M. Khoir selaku Kanit Tipidkor, dan beliau mengatakan itu hanya untuk menutupi jejak kejahatannya, penyidik akan buka dulu semua terkait RAB dan ABPT Tiyuh/Desa tersebut, yang mengunakan Dana Desa (DD). Minggu depan segera akan kami jadwalkan periksa dan panggil seluruh yang terlibat sesuai nama - nama yang sudah di sampaikan, begitu kata penyidik ke saya mas," jelas Junaedi, menirukan perkataan Kanit Tipidkor.

Lanjutnya, "kecil atau besar nilainya ini kejahatan yang harus ditindak tegas. Kalau yang kecil saja Asrofi ambil, apalagi yang besar," pungkasnya.*

(Juli) 

TerPopuler

> Whatsapp-Button