Pelaku Bondet Dibekuk Polres Kota Probolinggo, Polisi; Motifnya Asmara

Senin, 13 Maret 2023, 14:03 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWS | Probolinggo - Pelaku teror bom bondet di Rumah Jalan KH. Abdul Hamid  GG 5 RT.03/RW.02 Kelurahan Jrebeng Lor Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo, berhasil diringkus jajaran kepolisian Polres Probolinggo Kota. Tersangkanya diketahui berinisial AH (25) warga Desa Sepohgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. 

"Satu orang tersangka sudah kami tangkap, inisial AH dan saat ini masih dalam proses penyidikan," kata Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani melalui Plt Kasi Humas Iptu Zainullah, Senin (13/03/2023).

Iptu Zainullah menjelaskan, bahwa kejadian ini berawal dari pelaku AH yang mendatangi kost saksi RH dengan maksud menanyakan keberadaan pacar pelapor yaitu saksi L. Melihat AH datang saksi L dan RH masuk ke dalam kamar karena L mengaku sudah tidak mau bertemu dengan AH lagi. Mendengar hal itu, RH keluar menemui AH dan menyampaikan keinginan L agar AH tidak lagi mencari dan menghubungi L.

"Jadi RH ini menyampaikan ke L bahwa jangan menemui L lagi, wajah hanya seperti itu aja, apa tidak malu diomong seperti itu sama perempuan. RH juga menyampaikan bahwa terkait uang 700.000 yang dipinjam L ke AH akan dikembalikan oleh RH," terangnya.

Kasi Humas mengatakan, karena tersinggung dengan kata-kata yang disampaikan RH, setelah menerima uang 700.000 tersebut didepan rumah RH, tiba-tiba AH melemparkan bondet ke arah jendela rumah pelapor mengenai kaca jendela rumah dan pecah/rusak serta pecahan kaca mengenai RH serta saksi N yang pada saat itu juga berada di rumah RH yang mengakibatkan RH mengalami luka di mata kanan dan telinga kanan serta N mengalami luka pada tangan kanan dan telinga kanan.

"Menurut AH, dia merasa RH telah mengejeknya, padahal AH datang secara baik – baik dan bermaksud menanyakan keberadaan pacarnya L yang sudah beberapa hari tidak ada kabar," lanjutnya.

Iptu Zainullah menambahkan, bersama dengan pelaku AH, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 buah bondet yang belum meledak, 1 buah tas eiger dan sepeda motor PCX warna hitam.

"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP juncto pasal 406 KUHP dan pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951," pungkasnya.*

(Fiq/Humas)

TerPopuler