Modus Kerja ke Jepang Biaya Murah, IRT Tipu Puluhan Korban

Wednesday, September 6, 2023, 21:43 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Jembrana - Penipuan lewat modus iming-iming kerja ke Negeri Jepang dengan biaya bisa dibilang murah yaitu 5 juta rupiah, seorang Ibu Rumah Tangga FY ( 31 ) warga Desa Pergung Jembrana Provinsi Bali berhasil menipu puluhan orang.

Kapolres Jembrana AKBP Dewa Gde Juliana saat wawancara Rabu (6/9/23) mengatakan 35 orang telah menjadi korban, sedangkan sebanyak 18 orang telah melapor, mereka berasal dari berbagai wilayah di Jembrana.

"Dari Agustus 2022 hingga Mei 2023, tersangka berhasil menggaet 35 korban, namun tidak ada satu pun yang benar-benar berangkat ke Jepang. Dari jumlah tersebut, hanya 18 korban yang melaporkan kejadian ini kepada kami," kata Kapolres Jembrana

Dewa Gde Juliana mengungkapkan, bahwa tersangka FY untuk memuluskan aksinya juga memanfaatkan saksi IGS, yaitu salah satu orang tua korban untuk menggaet korban lain yang berniat bekerja di Jepang


Menurut Juliana, tersangka FY mengaku memiliki agen untuk membantu penempatan atau pekerjaan di Jepang, namun setelah dilakukan pembayaran mereka tidak mendapatkan pelatihan ataupun kepastian keberangkatan sesuai yang dijanjikan.

Masih menurut keterangan Kapolres Jembrana, disamping menjanjikan biaya murah sebesar 5 juta rupiah sebagai pembayaran dokumen awal, FY juga menjanjikan dana talangan 230 juta untuk membantu korban mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang akan mempekerjakan mereka.

"Saya menghimbau kepada masyarakat Jembrana yang ingin bekerja di luar negeri, agar lebih berhati-hati dalam memilih agen dan selalu menanyakan izin yang diperlukan," harapnya.

Sementara saat dilakukan penangkapan, pihak kepolisian menyita beberapa barang bukti penting, termasuk delapan belas kwitansi pembayaran sebesar lima juta rupiah, surat pernyataan pengembalian uang, dan empat rekaman video pertemuan tersangka dengan beberapa korban.

Atas perbuatannya, FY dijerat dengan UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).*

(Made Budi)

TerPopuler