90 Orang Peserta Wisuda STP Labuha Laksanakan Yudisium Ke VII

Minggu, 06 Desember 2020, 12/06/2020 WIB
Oleh Redaksi


SNIPERS.NEWS | Halsel - Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha adalah salah satu Pendidikan Tinggi yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) yang berlokasi Di Desa Wayamiga.


Pada Tahun ini STP tersebut akan melepaskan 90 Wisudawan/i dari tiga program studi, diantaranya Program Studi Agribisnis 35 orang, Kehutanan 26 dan Perikanan 29 orang, yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2020 mendatang.


Dari pantauan awak media Snipers.news saat berada di lokasi Gedung Aula Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha saat dilaksanakannya Yudisium Ke VII Sabtu (5/12/2020), kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua STP Labuha Yudi Eka Prasetia, S.Si., M.Si.


Selain itu, hadir juga Wakil Ketua I DR. Ahmad Basir, S.P., M.Si., Wakil Ketua III Martha Hadi Natha, S.P.I., M.Si., Kepala BAAK sekaligus Sekertaris Yayasan M. Ikbal Kamarullah, S.T., para ketua dari 3 program studi yang ada di STP Labuha, para Dosen serta para calon Wisudawan dan Wisudawati.


Terpantau, dalam Proses Yudisium tersebut Protokol Covid-19 tetap di patuhi, wajib memakai masker jaga jarak juga mencuci tangan tetap diterapkan.


Pesan demi pesan tampak dilontarkan ke para calon sarjana yang akan di wisuda. Sebagai seorang sarjana, seseorang harus mampu menjaga marwah almamater, sebagai sarjana yang lahir dan berkembang dari Sekolah Tinggi Pertanian Labuha itu sendiri.


Hal itu terdengar dari setiap sambutan yang disampaikan oleh beberapa Ketua Program Studi, Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Labuha dan juga Kepala BAAK.


Dalam sambutan yang pertama yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Agribisnis Suhdan Kasuba, S.P., M.Si., bahwa ia menghimbau kepada para sarjana yang akan di wisuda, agar menjaga marwah almamater yang pernah dikenakan saat menempuh pendidikan ini.



"Karena di manapun kalian berada, akan selalu melekat tanggung jawab sebagai seorang sarjana yang lahir dari sekolah Tinggi pertanian Labuha. Kalian harus mampu bersaing dengan orang lain dalam dunia pekerjaan, karena kita hidup di era globalisasi di zaman dimana tekhnologi semakin canggih. Kalian harus bisa bersaing di dunia nyata," tutur Suhdan Kasuba.


Begitu juga yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Perikanan Muslim Hi. Salim, S.P.I., M.Si., dirinya menuturkan, bahwa almamater tetap harus di jaga seperti yang diungkapkan oleh Ketua Program Studi Agribisnis.


"Karena dari sinilah kalian berada. Dan jaga STP Labuha dimana kalian berproses, agar STP  Labuha tetap berjaya lewat partisipasi dari setiap calon sarjana yang sudah menjadi alumni nanti. Baik itu pikiran dan tenaga yang dapat mempromosikan STP Labuha di kalangan masyarakat," ucap Muslim.


Hal senada juga turut disampaikan oleh Ketua Program Studi Kehutanan Napsiah Heluth ,S.Hut., M.Si., ia menjelaskan, bahwa gelar yang dimiliki oleh setiap Mahasiswa yang akan di wisuda, nantinya harus dapat dipertanggungjawabkan.


"Inti dari semua itu nama baik harus selalu di jaga, karena untuk merusaknya sungguh sangat cepat. Namun tetaplah berusaha untuk menjaga nama baik," ungkap Napsiah.


Dalam sambutannya, Ketua STP Labuha Yudhi Eka Prasetia, S.Si., M.Si. juga menyampaikan, bahwa setiap sarjana yang keluar dari STP Labuha harus bisa menjadi pribadi yang rendah hati, bukan rendah diri.


Dikatakannya, ilmu yang dimiliki harus dapat digunakan sebaik mungkin. Filosofi Padi harus diterapkan dalam menjalankan kehidupan, dari setiap langkah kaki kemana mau melangkah.


"Semakin tinggi ilmu yang dimiliki harus semakin rendah hati. Seperti padi, dimana semakin berisi semakin merunduk. Juga jadilah seperti pohon yang berawal dari benih, bertunas dan tumbuh menjdi pohon hanya demi dan untuk menghasilkan bunga lalu berbuah, agar setiap mahkluk hidup dapat mendapatkan manfaatnya. Karena puncak tertinggi orang yang berilmu adalah kearifan dan kematangan dalam berfikir," pesannya.


Sebagai kata penutup, Kepala BAAK yang juga sebagai Sekretaris Yayasan Nurul Hasan, M. Ikbal Kamarullah, S.T. mengatakan kebanggaannya kepada seluruh peserta Wisudawan dan Wisudawati karena beban administrasinya sudah dikurangi.


"Dalam perjalanan seorang Mahasiswa saat menuju STP Labuha, ada dua hal yang menjadi tolak ukur untuk menjalankan kehidupan menuju Pendidikan Tinggi. Pertama anda punya niat masuk, berkuliah, belajar, dan mengerjakan tugas, yang terakhir anda skripsi.


Kedua adalah, anda akan mendapatkan dua lembar juga yaitu ijazah dan transkip nilai. Oleh karena itu, segala sesuatu harus dimulai dengan niat. Dilihat dari Sabda Rasulullah SAW, bahwa kemuliaan seseorang tergantung dari lidahnya. Jika lidahnya baik, maka akhlak atau perjalanan nya juga baik.


Tapi, jika itu tidak baik maka semuanya pasti tidak baik. Kedua, jika seseorang itu ingin selamat dan berbahagia, maka peliharalah tangan dan kakinya, agar dia dapat berjalan dan memegang sesuatu yang indah ketika dia menginginkannya. Dan itu semua ada pada diri anda sekalian yang hadir disini," tutupnya.*


(Ariya)

TerPopuler