SNNU Anggarkan 1 Juta Jaminan Sosial Untuk Nelayan Indonesia

Selasa, 15 Desember 2020, 12/15/2020 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Lomteng - Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj PBNU membuka Kongres 1 Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) secara virtual.

Kongres tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Qomaruh Huda Bagu, asuhan Mustaysar PBNU TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah (Lomteng), Senin (14/12/2020). 

Kongres tersebut juga dihadiri oleh Menko Perkonomian Erlangga Hartarto, dan Menaker RI Ibu Ida Faudziyah.

Di samping itu, kegiatan ini dihadiri langsung oleh ketua PBNU KH. Eman Suryaman, Ketua PWNU NTB Prof. TGH. Masnun Tahir, Kadisnaker Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB Yurson, Diskrimsus Polda NTB, Perwakilan Danrem Wirabakti 162 Mataram dan utusan PW SNNU se Indonesia dan seluruh unsur Banom Lembaga PWNU NTB.

Dalam kesempatan ini, Kyai Said mendukung segala aktifitas SNNU yang di pimpin oleh H. Witjacksono, bahwa semua potensi laut yang bisa di konsumsi dan dimanfaatkan harus bisa dikelola secara maksimal untuk kesejahteraan nelayan.

Sementara, Ketua Umum PP SNNU H. Witjcaksono menyebutkan dua agenda besar dalam mensejahterakan nelayan, yakni Perekonomian dan Jaminan Sosial.

Pertama bidang perekonomian, menurutnya, pihaknya telah menyusun kerjasama dengan para investor asing untuk mengelola potensi laut khususnya Benur, agar masyarakat sekitar pesisir ikut dalam pembesaran benur.


Kedua bidang Jaminan Sosial, pihaknya telah menyiapkan 1 juta asuransi jiwa kepada nelayan Indonesia.

"Kami semua sudah siapkan program yang akan segera launching setelah berakhirnya Kongres SNNU Ke-I ini, yaitu program 1 juta asuransi jiwa untuk nelayan yang berada di pesisir dan daerah terpencil," kata Witjaksono. 

Lebih jauh dia menyampaikan, bahwa ini bukan sekedar janji, tapi pihaknya menyebutkan janji pasti yang akan di garap mulai pada bulan Januari 2021 mendatang.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si., terdapat angin segar mengenai kehadirannya program SNNU yang dapat memberikan dorongan untuk kemajuan serta kesejahteraan para nelayan, sebagai penyumbang angka ketenagakerjaan yang cukup signifikan di Indonesia.

"Saya melihat dengan terbentuknya Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama, ini menjadi sebuah langkah nyata, dan juga tentu sebagai angin segar untuk para nelayan yang dapat menikmati program yang akan dijalankan kedepannya,” ujar Ida. 

Untuk itu, menurut Ida Fauziyah perlunya sebuah dukungan dari seluruh stakeholder yang ada, baik dari pemerintah maupun pihak organisasi kemasyarakatan dalam berkolaborasi. 

"Hal ini untuk mewujudkan kesejahteraan para nelayan kita, karena mereka menjadi ujung tombak dari negeri maritim ini," ungkapnya. 

Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU mengatakan, bahwa sumber daya yang ada dan hidup di lautan ini dapat dimanfaatkan seutuhnya. Maka dari itu, perlu rasanya kita bersyukur dan terus menjaga keutuhan dan kelestarian alam, terutama biota laut yang ada.

Di sisi lain, Airlangga Hartarto mengungkapkan, bahwa para nelayan menyumbang cukup besar dalam kegiatan perekonomian yang berada di wilayah pesisir, dan hal tersebut menjadi sumbangsih mereka terhadap keadaan seperti saat ini, dimana kita berada di situasi yang tidak dapat diprediksi.*

(Red)

TerPopuler