Nuriah Pardede Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Semalaman Tak Pulang

Jumat, 08 Januari 2021, 1/08/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Simalungun - Nuriah Pardede (54), warga Huta Ranto I, Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kamis (7/1/2021) sekira pukul 11.30 Wib, ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia di perladangan jagung milik salah seorang warga, setelah sebelumnya semalaman tidak kunjung pulang ke rumah.


Informasi dihimpun dari pihak Polsekta Tanah Jawa, bahwa sehari sebelumnya Rabu (6/1/2021) sekira pukul 07.00 Wib, menurut keterangan pihak keluarga, Nuriah berangkat dari rumahnya menuju perladangan jagung miliknya yang juga tidak jauh dari jasadnya ditemukan. Namun, hingga menjelang malam Nuriah tidak kunjung pulang, tanpa ada kabar.


Mendapati istrinya tidak kunjung pulang, suami korban Hitler Nainggolan (58) bersama pihak keluarga dan warga lainnya berusaha mencari keberadaan korban, dari mulai kawasan perladangan hingga di seluruh kampung.


Akan tetapi, pencarian yang melibatkan keluarga dan warga kampung tidak juga membuahkan hasil, dan Nuriah pun belum juga diketemukan.


Keesokan harinya, pihak keluarga pun masih terus berusaha mencari keberadaan korban. Hingga akhirnya, Kamis (7/1/2021) sekira pukul 11.30 Wib, Windra Sinaga (20) warga Huta Bah Biding, Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, saat melakukan penyemprotan racun rumput di tanaman jagung melihat adanya sosok mayat yang sudah terbaring di tanah perladangan jagung itu.


Melihat sosok mayat yang dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi telungkup memakai baju biru motif batik celana warna merah, Windra Sinaga (saksi-red) pun langsung melaporkan kepada masyarakat setempat.


Tidak lama berselang, lokasi itu didatangi warga dan keluarga yang mendengar penemuan mayat itu, dan langsung datang ke lokasi.


Kemudian, pihak Kepolisian dari Polsekta Tanah Jawa dan petugas Puskesmas Pembantu Mekar Bahalat Puskesmas Jawa Maraja Bah Jambi tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.


Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga mengalami pecah pembuluh darah.


Saat dikonfirmasi, Kapolsekta Tanah Jawa Kompol Selamet kepada awak media membenarkan kejadian tersebut.


"Saat ini jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan dan dikebumikan, setelah sebelumnya pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan otopsi terhadap jenazah korban," terang Kapolsek.*


(PN)


Sumber : Humas Polres Simalungun

TerPopuler