Punya Potensi, Daerah Sungai Batu Gatih Hilir Kerinci Dikategorikan Desa Tertinggal

Senin, 25 Januari 2021, 1/25/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Jambi - Ratusan juta rupiah dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) dari tahun 2015 hingga saat ini yang telah dikucurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Pemerintahan Kabupaten, yang bertujuan untuk pemberdayaan Desa di seluruh Indonesia, diprioritaskan manfaatnya untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
 
Selain itu juga untuk penanggulangan kemiskinan, yang dituangkan dalam rencana kerja Pemerintah Desa setempat untuk pembangunan sarana dan prasarana juga infrastruktur, agar tercapainya azas manfaat dan kemakmuran rakyat. 

Namun ditengah-tengah gencarnya pembangunan, masih tercatat di salah satu Desa Sungai Batu Gantih Hilir, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, masih dikategorikan Desa tertinggal.

Hal itu diungkapkan oleh tokoh masyarakat, sekaligus Staf intelijen LSM BPPK RI Nursal, S.Sos., atau yang biasa akrab di panggil Buya Gusnur kepada awak media ini Senin (25/01/2021).

"Kenapa bisa Desa Sungai Batu Gantih Hilir, di kategorikan Desa tertinggal bila dibandingkan dengan Desa tetangga di Kecamatan lain. Memang terdengar sedih, Kecamatan Gunung Kerinci yang mempunyai empat orang Anggota Dewan namun masih ada Desa yang belum tersentuh olehnya. Ada 4 catatan penting yang menjadi PR nantinya, siapapun yang terpilih menjadi pemimpin di desa tersebut harus mampu membawa perubahan," ungkap Nursal, S.Sos., kepada awak media ini. 

Ditambahkan Nursal, "miris dan kecewa, kita melihat sistem birokrasi yang dibangun oleh Pemerintah Desa Sungai Batu Gantih Hilir yang lalu, dengan tidak keterbukaan dan transparan kepada masyarakat, apa lagi dengan kalangan LSM dan wartawan," ujarnya. 

Di sisi lain, dirinya juga salut dan bangga dengan Kecamatan Gunung Kerinci, yang mempunyai potensi, banyak putra-putra terbaik khususnya di Desa Sungai Batu Gantih Hilir tokoh hebat, seperti wartawan, LSM, Pengacara, dan Akademisi, namun belum mampu menetralisir, agar pelaksanaan pembangunan bisa berjalan dengan baik.

"Jikalau bercerita ketertinggalan, Sungai Batu Gantih Hilir, kita meminjam istilah "Bak Menepuk Air Didulang, Terpercik Muka Sendiri" termasuk saya sebagai warga Sungai Batu Gantih Hilir," kata Nursal.

Dikatakan Nursal lagi, ada beberapa ciri-ciri Desa tertinggal, pertama tidak tersedianya sarana prasarana kebutuhan air bersih, juga belum mampu membangun rumah ibadah (Masjid).

"Padahal kita semua tau, masyarakat Desa Sungai Batu Gantih Hilir mayoritas orang muslim. Kalau bercerita tentang keagamaan, kita masih menginduk dan menumpang di Desa Sungai Batu Gantih Dusun Induk, yang secara administrasi sudah terpisah dan harus mampu berdiri di atas kaki sendiri," katanya menjelaskan. 
  
Nursal juga menekankan lebih keras, bahwa suatu Desa haruslah memiliki sarana Kantor Desa (Kantor Kepala Desa), untuk mempermudah peningkatan pelayanan terhadap masyarakat, dan inilah catatan poin yang tidak dimiliki Desa Sungai Batu Gantih Hilir. 

Lebih jauh diterangkan Nursal, bahwa siapapun yang ikut dalam Pilkades 2021, dalam rangka memilih pemimpin yang baru di Desa Sungai Batu Gantih Hilir, harus mampu merangkul kelompok-kelompok kalbu yang berbeda, namun tetap menjalin hubungan silaturahmi dan kebersamaan dalam wadah menuju Desa Sungai Batu Gantih Hilir lebih baik kedepannya. 

"Miris dan kecewa melihat kondisi anak-anak muda yang punya potensi untuk mengembangkan diri di beberapa bidang olahraga seperti sepak bola, volli ball, bulu tangkis (badminton), namun sarana dan prasarana belum ada sampai hari ini," ungkap Nursal mengakhiri pernyataannya.*

(Harman)

TerPopuler

> Whatsapp-Button