Warga Sei Rotan Keluhkan Rumahnya Yang Selalu Kebanjiran Saat Hujan Mengguyur

Selasa, 12 Januari 2021, 1/12/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Deli Serdang - Rukiah (60), warga Jalan Sidomulyo Dusun XIII Desa Sei Rotan, yakni seorang janda tua kerap mengeluhkan rumahnya yang selalu kebanjiran saat hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan.


Tak ayal, hal ini menyebabkan genangan air setinggi 30 Cm di dalam rumahnya dan sejumlah barang-barang juga ikut terendam. Peristiwa seperti ini selalu dialaminya pada saat hujan deras mengguyur.


Tak hanya Rukiah yang mengalami hal tersebut, warga lainnya dan beberapa ruas jalan kampung juga mengalami hal sama, salah satunya di ruas Jalan Sidomulyo Pasar 9 Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, tepatnya di Dusun XIII Tugu Perbatasan antara Desa Tembung dan Sei Rotan.


Di wilayah tersebut, warga selalu mengeluh lantaran setiap hujan lebat kerap menyebabkan banjir dan genangan air di jalan, di halaman maupun rumah-rumah warga.



Keluhan itu disampaikan Rukiah, salah seorang janda 60 tahun penerima PKH yang tinggal bersama 3 orang anaknya, 1 menantu dan 3 orang cucu, yang salah satunya baru berusia 3 hari.


Menurut Rukiah, genangan air setinggi sekitar 30 Cm kerap masuk di dalam rumahnya, ketika hujan deras turun dengan durasi kurang lebih 40 menit.


Ia juga menuturkan, bahwa genangan air itu terjadi karena drainase yang berada di depan rumahnya dan disepanjang jalur Jalan Sidomulyo tersebut tidak berfungsi maksimal.


"Ini karena di Tugu Perbatasan drainasenya berbeda ukuran. Sementara di sana itu kecil, jadi air nya tidak lancar, akibatnya di sini selalu banjir," kata Rukiah sembari menunjuk ke arah drainase di sisi kanan rumahnya.


Air yang meluap melalui drainase masuk ke dalam rumahnya, disebabkan air tidak mengalir dengan Baik. Ia berharap, agar drainase di sekitar rumahnya mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.



Sebagai seorang janda yang sudah lansia, ia dan anak menantunya selalu menguras air yang masuk kedalam rumahnya ketika air banjir masuk.


Kepada awak media ini ia mengutarakan kekhawatirannya terhadap cucu-cucunya, apalagi ada bayi yang baru berumur 3 hari. Masalah kesehatan dengan adanya genangan air di dalam rumah juga menjadi pemicu kegelisahannya terhadap keluarga.


"Aku ini bingung mau ngadu dan mengeluh sama siapa. Di rumah ini banyak anak kecil dan bayi yang baru lahir 3 hari, pasti khawatir lah dengan kondisi seperti ini. Aku berharap pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mau perhatiin kami, rakyatnya," harapnya.


Dengan seringnya banjir yang kerap melanda kawasan tersebut, banyak kerugian yang dialami warga dan juga Rukiah, diantaranya kerusakan dinding rumah, barang-barang rumah tangga serta jalanan yang rusak akibat tergerus air banjir.


"Apalagi air bersih. Apabila banjir datang, jumlah air bersih pun otomatis berkurang drastis. Padahal air bersih sangat dibutuhkan dalam keadaan seperti ini," keluhnya.*


(R. Anggi)

TerPopuler