Pengamat : Pertama Kali Sumsel Masuk 10 Besar Provinsi Dengan Penduduk Miskin Terbanyak

Sabtu, 20 Februari 2021, 2/20/2021 WIB
Oleh Redaksi

Ket. Foto Pengamat Ekonomi Sumatera Selatan, Yan Sulistyo


SNIPERS.NEWS | Palembang - Pengamat Ekonomi di Sumatera Selatan (Sumsel) Yan Sulistyo menilai, masuknya Provinsi Sumsel sebagai sepuluh besar daerah terbanyak penduduk miskinnya adalah tamparan keras bagi pemerintah provinsi. Sebab, baru kali ini Bumi Sriwijaya berada di urutan tersebut.

Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya Provinsi Sumsel paling rendah di urutan 20 besar dan tidak pernah sampai masuk dalam sepuluh besar.

"Hal ini jelas sebagai tamparan bagi Pemerintah Sumsel. Tidak pernah saya mendengar Sumsel di tahun sebelumnya sampai masuk sepuluh besar," katanya, Kamis (18/2/2021).

Menurut Yan, Provinsi Sumsel merupakan daerah yang kaya dengan hasil buminya. Sumsel memiliki sungai yang besar, hasil perkebunan yang banyak, punya hasil sawit, karet dan pertambangan yang melimpah. 

Maka dari itu, Yan mengaku bingung, kenapa Sumsel bisa sampai masuk sepuluh besar terbanyak penduduk miskin di Indonesia. 

Seharusnya, dengan banyaknya hasil alam dan pembangunan yang semakin maju dapat membuat masyarakat Provinsi Sumsel menjadi sejahtera, bukan malah sebaliknya meningkatnya penduduk yang jatuh miskin.

"Hasil alam kita ini banyak loh. Hutan kita punya, sumber energi, komoditi melimpah dan infrastruktur maju. Harusnya masyarakat kita ini sejahtera, namun nyatanya tidak," kata Yan.

Dia juga menilai, salah satu penyebab meningkatnya angka kemiskinan di Sumsel lantaran tidak meratanya pembangunan atau terjadinya kesenjangan antar daerah. Kenaikan harga barang dan pangan karena inflasi selama pandemi Covid-19.

Selain itu, pembangunan yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi lebih banyak ke infrastruktur, ketimbang untuk kesejahteraan masyarakatnya. 

Padahal, infrastruktur hanya menguntungkan segelintir orang saja bukan masyarakat banyak. Seharusnya, dalam kondisi saat ini, kucuran anggaran banyak dikucurkan ke bantuan sosial kepada masyarakat dan program pro rakyat lainnya.

"Yang harus dilakukan saat ini adalah memberi bantuan stimulus ekonomi kepada masyarakat atas kebijakan non fiskal lainnya, jika ingin mengurangi angka kemiskinan di Sumsel," ungkap Yan.*

(Adi. R) 

TerPopuler