Berpolemik Dengan PT. Arara Abadi Terkait Lahan Tora, Warga Kampung Bunsur Angkat Bicara

Kamis, 15 April 2021, 4/15/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Siak - Pekerjaan lahan program Tora yang digulirkan pemerintah pada tahun 2019 lalu masih banyak yang terbengkalai. Artinya, pengerjaan tersebut di nilai belum tuntas dikerjakan oleh kontraktor.


Diantara pengerjaan yang diduga terbengkalai itu antara lain masalah patok batas dan bodi jalan lahan Kampung Bunsur, yang berada di Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, Rabu (14/4/2021).


Hal ini terlihat dari beberapa masyarakat Kampung Bunsur yang turun ke lokasi, dengan didampingi Ketua RT. 05 Jefri) dan RT. 06 Saparuddin, yang bermaksud mengkroscek kelapangan.


Karena berdasarkan informasi yang di dapat oleh warga Kampung Bunsur, terdapat adanya masyarakat luar yang mengerjakan lahan Tora yang berdomisili di wilayah Kampung Bunsur pada hari Minggu (11/4/2021).


Amatan awak media ini di lokasi, tampak salah seorang warga Bunsur, Zamri dan temannya mempertanyakan kepada salah satu warga luar yang bekerja di lahan tersebut.


Warga menanyakan asal usul para pekerja, serta kontraktor yang memberi ijin bekerja di lahan Tora Kampung Bunsur, "kami bekerja dengan kontraktor Pak Muzakir," ucap pekerja yang diduga dari daerah luar tersebut.


Melalui sambungan Telpon Celulernya, kontraktor (Muzakir-red) kepada perwakilan warga bernama Zamri mengatakan, bahwa pekerjaan yang ada di Kampung Bunsur atas perintah PT. Arara Abadi.


"Pekerjaan saya di lahan Tora Kampung Bunsur itu atas perintah Humas PT. Arara Abadi M. Nasir," ungkap Muzakir kepada Zamri.


Beberapa menit kemudian, Humas PT. Arara Abadi M. Nasir menghubungi Zamri, ia meminta kepada warga Kampung Bunsur agar tidak mengganggu warga luar yang bekerja.


Nasir juga mengatakan, pekerjaan penjarangan ini ada di MoU nya antara PT. Arara Abadi dengan Penghulu Teluk MAsjid Perli Sunarya.


Kembali melalui via telepon, Nasir juga mengajak Zamri untuk berdiskusi tentang lahan Tora Bunsur, sekaligus untuk mempertemukan antara Penghulu Bunsur Khaidir dan Penghulu Teluk Masjid Perli Sunarya.


"Ini semata-mata untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan antara warga Bunsur dengan pekerja di lapangan," jelas Muzakir.


Namun pernyataan Nasir kepada Zamri Cs untuk mempertemukan kedua Penghulu (Perli-Khaidir-red) pada hari Selasa (13/4/2021) sampai saat ini tidak terlaksana, sehingga mengecewakan warga Bunsur.


Sulitnya penjelasan dari PT. Arara Abadi tentang pekerjaan penjarangan di lahan Tora Kampung Bunsur ini diduga sudah terjadi kong kalikong (konspirasi) antara Kontraktor Muzakir, PT. Arara Abadi dan oknum Penghulu Teluk Masjid, karena tanpa diketahui masyarakat dan Pemerintah Kampung Bunsur.


"Padahal kami berharap bisa berdiskusi bersama antara PT. Arara Abadi, Penghulu Teluk Masjid dan Pemerintah Kampung serta masyarakat Bunsur, supaya tidak terus menerus menjadi polemik, buat gaduh ,dan saling klaim berdasarkan SHM lahan Tora," ungkap Zamri.


"Sementara kami sendiri juga mempunyai SHM yang berada di Kampung Bunsur, dan sampai saat ini kami belum mengetahui di mana titik dan letak tanahnya," tutup Zumri.*


(Gunawan. S)

TerPopuler

> Whatsapp-Button