Diduga Depresi Ditinggal Istri, I Made Budi Suwantara Nekat Gantung Diri

Selasa, 20 April 2021, 4/20/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Tabanan - Nasib tragis dialami  I Made Budi Suantara (40), yang nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar rumah miliknya sendiri. 

Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di Banjar Dinas Payangan Tengah Desa Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali pada hari Senin (19/4/21) sekira pukul 18.30 Wita.

Hal itu dibenarkan oleh Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia, S.Sos., seijin Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy PS Siregar, S.I.K., M.H., saat di hubungi awak media Snipers.news, Selasa (20/04/21). 

"Benar, korban ini gantung diri di duga akibat kehilangan pekerjaan dan ditinggal pergi oleh Ni Made Ayu Widyantari (istri korban-red) ke rumah orangtuanya di Lembongan Nusa Penida sejak bulan Januari 2021 lalu," ujar Iptu Subagia.


Menurut keterangan para saksi, I Putu Swecantara (40) dan Ni Made Karniti (60), pada hari Sabtu 17 April 2021 sekira pukul 19.00 Wita, keduanya sempat mengetuk pintu kamar korban untuk diajak ngobrol dan shering terkait masalah yang dihadapi korban.

Selanjutnya, kepada kedua saksi tersebut korban menyampaikan keresahan dirinya atas berbagai masalah yang dihadapi dengan istrinya, terlebih dirinya saat ini tidak memiliki pekerjaan akibat pandemi Covid-19 hingga membuat korban menangis.

Saat itu, I Putu Swecantara dan Ni Made Karniti mencoba menenangkan korban agar lebih tenang menghadapi cobaan hidup dengan bijaksana, namun korban hanya menangis.

Setelah sekitar 10 menit mengobrol, I Putu Swecantara pergi meninggalkan korban dengan tujuan hendak nangkil ke Pura.

Tak lama kemudian, I Putu Swecantara kembali dari nangkil di Pura dan kembali ke rumah. Saat itu ia melihat korban masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu dari dalam.

Dua hari kemudian, tepatnya hari Senin 19 April 2021 sekira pukul 18.05 Wita, I Komang Okta Saputra (31) yang tinggal satu pekarangan dengan korban merasa curiga, karena selama 2 hari tidak melihat korban keluar kamarnya. 


Kemudian I Komang Okta Saputra berinisiatif mengintip ke dalam kamar korban melalui ventilasi udara sebelah kamar korban. Akan tetapi, I Komang Okta Saputra tidak dapat melihat keberadaan korban, malah I Komang Okta Saputra mencium bau busuk dari dalam kamar korban.

Atas kejadian itu, I Komang Okta Saputra bergegas memberitahukan kepada I Putu Swecantara perihal adanya bau busuk dari dalam kamar korban.

Dirasa ada yang aneh dari dalam, I Putu Swecantara dan I Komang Okta Saputra pun mendobrak pintu kamar korban.

"Saya terkejut saat pintu kamar berhasil dibuka paksa. Kami melihat korban sudah tergantung pada kusen menggunakan kain warna kuning," ujar I Komang Okta Saputra di TKP. 

Saat itu, korban sudah mengeluarkan bau busuk dengan lidah menjulur berwarna hitam membiru dan kedua kaki berwarna hitam membiru.

Didalam kamar tersebut juga ditemukan 5 lembar surat yang diduga ditulis korban, yang mengungkapkan rasa kecewa atas perilaku istri dan keluarganya, serta meminta agar anak-anak korban dijaga dan harus tinggal di Tabanan, bukan di Lembongan.

Kemudian I Putu Swecantara dan I Komang Okta Saputra melaporkan kejadian tersebut kepada Kelian Dinas untuk diteruskan kepada Kepolisian Polsek Marga dan Bidan Desa. 

Dari hasil pemeriksaan Bidan, korban dinyatakan meninggal dunia antara 1 atau 2 hari yang lalu, dengan ciri-ciri mengeluarkan bau busuk dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Selanjutnya, dari pihak keluarga korban membuat surat pernyataan menolak dilakukan otopsi.*

(Arifin)

TerPopuler

> Whatsapp-Button