Puluhan Nelayan Tradisional dan Mahasiswa Demo, Desak Kapolda Tangkap Aktor Pukat Trawl di Belawan

Selasa, 27 April 2021, 4/27/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Medan - Puluhan nelayan tradisional Belawan dan Aliansi Mahasiswa Pemerhati Nelayan Tradisional (Alam Peta) kembali melakukan aksi demonya setelah unjukrasa di kantor Wali Kota Medan beberapa waktu lalu.

Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa mendesak Kapolda Sumut agar menangkap aktor pukat trawl di Belawan.

"Hidup Mahasiswa…! Hidup Rakyat…! Hidup Nelayan…! Hidup Rakyat Indonesia…!. teriak Koordinator aksi Alvin Azhari Lubis bersama nelayan, saat berunjuk rasa di depan halaman luar Mapolda Sumut, Selasa (27/4/2021).

Menurut Alvin dengan suara lantang, Poldasu harus benar menyikapi persoalan kemiskinan terhadap masyarakat nelayan tradisional, terkhusus di Belawan yang berlangsung puluhan tahun lamanya.

Puluhan aksi massa tersebut kecewa dengan semakin maraknya pukat trawl yang beroperasi di Perairan Belawan dan selat malaka. Mereka membentang poster dengan berbagai tulisan, “Pak Kapolda tangkap aktor pukat trawl di Belawan” tulis di poster tersebut.

"Kami meminta Bapak-bapak di kantor ini, punya hati terhadap warga nelayan di Belawan. Kami punya data lengkap dan tolong Kepolisian segera turun ke Belawan, betapa sengsaranya masyarakat nelayan tradisional," kata Alvin dengan suara bergetar.

Bukan itu saja, selama ini pukat trawl telah mencabik-cabik kehidupan, menyengsarakan dan merusak tatanan perekonomian nelayan tradisional.

"Bapak Kapoldasu Irjen Pol Panca Putra S harus tegas dan bijaksana, serta punya hati terhadap nelayan tradisional sehingga nelayan bisa hidup sejahtera kembali,” ungkap Alvin.

Menurut salah satu nelayan tradisional yang turut dalam aksi tersebut bernama Simon (56) warga Labuhan mengatakan, saat ini banyak organisasi nelayan yang hanya menjual kepala nelayan tradisional. Sementara kehidupan nelayan tradisional seperti mereka carut marut akibat terus beroperasinya pukat trawl.

"Ya…Kita lihat kan. Sudah ada orang datang ke kantor ini yang mengatakan pukat trawl tak ada permasalahan. Dia jelas menjual kepala nelayan tradisional. Sementara, akibat kegiatan pukat trawl nelayan sering tak melaut," jelas Simon saat berbicara dengan Wadir Intelkam Poldasu AKBP Jhonson Marudut Hasibuan.

Setelah beberapa jam menggelar aksi, akhirnya orasi massa nelayan tradisional diterima langsung oleh Wadir Intelkam Poldasu AKBP Jonson Marudut Hasibuan 

Saat itu, Wadir Intelkam berjanji kepada nelayan tradisional dan Mahasiswa akan menindaklanjuti persoalan pukat trawl tersebut.*

(Red)

TerPopuler

> Whatsapp-Button