Buku Teman Sejatiku

Senin, 03 Mei 2021, 5/03/2021 WIB
Oleh Redaksi

Dok. Foto Rina Devina


SNIPERS.NEWS | Medan - Sepertinya tidak ada yang tidak mengenal apa itu buku. Ya, siapapun pasti mengenal apa itu buku. Buku adalah lembaran-lembaran kertas yang berisi informasi, gambar, grafik, foto, diagram atau yang lainnya yang dapat dinikmati dengan berbagai metode, apakah dengan membaca, meraba atau mendengarkannya (termasuk buku braile dan audio book).

Ya, saya mengenal buku pertama sekali pada saat berada di bangku sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), sekarang orang menyebutnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

Pada saat itu, di TK, selain disediakan berbagai mainan dan alat tulis, buku adalah salah satu koleksi yang dapat kami manfaatkan dalam menikmati kegiatan bermain dan belajar.
Buku pada saat itu merupakan barang yang mahal, apalagi buku yang bergambar dan berupa buku cerita. 

Pada masa itu juga sedang booming-boomingnya jasa kios atau warung pinggir jalan yang menyewakan atau menjual buku-buku, apakah komik, majalah ataupun novel, yang tentunya sedang tren masa itu.

Walaupun ibu saya tidak dapat membaca, namun Alhamdulillah, saya memiliki bibi yang membantu saya dalam belajar membaca. Ayah saya juga sangat gemar membaca. Hanya saja karena keterbatasan ekonomi, ayah hanya membaca koran saja. Karena, hanya koran yang gratis dan dapat di bawa pulang dari kantor ayah sebagai bahan bacaan saat itu.

Namanya juga anak-anak, kalau membaca pastinya lebih tertarik dengan adanya gambar, foto atau lukisannya. Apalagi kalau gambarnya berwarna, jadi makin tertarik untuk membacanya. So, hanya koran di hari minggu yang saya suka baca, karena di hari itu ada rubrik ‘Arena kecil’. Rubrik ini menyajikan aneka informasi seputar anak dan remaja.

Selain membaca koran, otomatis saya juga sangat menikmati tatkala membaca majalah Bobo, Donal Bebek dan komik adalah kegemaranku lainnya. 

Seingatku, di jaman itu sudah ada toko buku Gramedia yang menjadi satu-satunya toko buku yang menjual buku dengan koleksi yang sangat beragam. Mulai dari buku teks, buku sekolah, novel, komik, majalah dan keperluan sekolah lainnya. Hanya saja, lokasi keberadaan toko buku ini biasanya berada di tengah kota, sedangkan rumah kami berada di pinggiran kota. So, perlu waktu khusus dan akses kendaraan untuk bisa berkunjung ke toko buku yang selalu ramai oleh berbagai genre bacaan dan rentang usia ini.

Karena kondisi ekonomi yang terbatas dan akses ke toko buku yang jauh, maka ketika berkesempatan berkunjung ke toko kegemaranku ini aku akan berlama-lama untuk membaca buku yang dipajang disana. Membaca buku yang memang disediakan untuk dibaca, kadang sampai kaki ini pegal berdiri karena tidak diperbolehkan membaca sambil duduk oleh pegawai dan satpamnya.

Saat itu memang koleksi yang keren cuma ada di toko buku, kalau di perpustakaan sekolah biasanya hanya ada koleksi buku-buku paket pelajaran sekolah saja, kurang variatif dan tidak sesuai dengan fungsi rekreasi/hiburan perpustakaan. 

Seharusnya, perpustakaan juga banyak menyediakan buku-buku yang menarik minat pembaca, sehingga tidak kalah dengan toko buku.


Beruntung aku saat itu mempunyai teman sepermainan yang banyak memiliki buku komik dan majalah anak-anak yang selalu rutin dibelikan oleh orang tuanya. Ya, orang tuanya memang lebih mapan dari orang tuaku. Secara ekonomi pastinya mendukung perkembangan anaknya, dengan sering membawa anaknya berkunjung ke toko Gramedia dan biasanya akan membeli beberapa buah majalah anak dan komik juga sebagai buah tangan.

Betapa senangnya aku setiap kali diajak berkunjung ke rumahnya, dan pastinya aku akan membaca bersamanya. Aku bebas memilih buku apa yang ingin kubaca, dan aku selalu tak lupa untuk memilih membaca majalah Bobo dan Donal Bebek yang memang berisi cerita-cerita yang sangat menarik minat anak-anak pada masa itu.

Pada masa itu memang belum banyak stasiun Televisi yang menyiarkan acara anak-anak, jadi hiburannya hanya membaca dan bermain. Cuma ada satu stasiun negeri yang bernama TVRI, yang setia menemani aktivitas hari kami, itupun TVRI memulai siarannya pada pukul empat sore.  Sehingga, sebelum pukul empat sore kami hanya dapat mendengarkan radio dan membaca saja yang menjadi hiburan saat itu.

Kegemaran membaca ini terbawa sampai usiaku dewasa. Saat memilih jurusan di perguruan tinggipun, aku juga memilih jurusan Ilmu Perpustakaan. Tentunya dengan harapan akan banyak kesempatan membaca dan menikmati buku dengan gratis tanpa harus membayar disaat bekerja. 

Bekerja sesuai dengan hobi sungguh sangat menyenangkan tentunya. Perpustakaan adalah institusi nirlaba yang menyediakan koleksi buku dengan berbagai genre tentunya, dan dapat dibaca secara gratis oleh warga suatu kota atau kecamatan. 

Perpustakaan memiliki visi dan misi yang mulia, yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyediakan buku-buku sebagai tambahan asupan pengetahuan selain yang diajarkan oleh para guru disekolah.

Senang rasanya bekerja di tempat yang memiliki visi dan misi yang mulia ini, hanya saja, dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini, perpustakaan banyak mengalami kendala dalam melayangkan koleksinya kepada pengguna perpustakaan.
 
Himbauan pemerintah yang mengharuskan perpustakaan menerapkan protokol kesehatan membatasi jumlah pengunjung setiap harinya. Ini yang membuat lembaga ini lebih sepi dibanding masa sebelum pandemi. Walaupun minat untuk membaca tetap tinggi, namun keterbatasan tempat yang disediakan dan pegawai yang bekerja membuat layanan menjadi sedikit berkurang.

Untungnya sekarang banyak tersedia buku dalam format digital atau elektronik, sehingga pemustaka tetap bisa mengakses buku langsung dari rumah atau lokasi lainnya. Pengguna perpustakaan tidak mesti melakukan kunjungan ke perpustakaan jika ingin menikmati pelayanan perpustakaan, cukup buka website perpustakaan yang diinginkan dan carilah layanan yang diinginkan.

Cukup banyak layanan yang disediakan oleh perpustakaan, mulai dari layanan pinjam, layanan webinar gratis, bedah buku online dan lain sebagainya. Pengguna perpustakaan juga boleh melakukan tanya jawab dengan petugas perpustakaan seputar koleksi atau informasi yang diinginkan, dengan cara memanfaatkan fitur chat yang ada.

Sungguh banyak hikmah dibalik pandemi Covid-19 ini, banyak pengembangan fitur yang telah dilakukan oleh perpustakaan demi tetap melayani penggunanya. Walaupun saya termasuk orang yang lebih suka membaca menggunakan format buku konvensional, yaitu format cetak, namun seperti istilah ’tak ada rotan akarpun jadi’ saya akan tetap menggunakan e-book ini sesuai kebutuhan dan ketahanan fisik mata saja.

Hal lainnya di balik pandemi yang mengguncang dunia ini adalah banyaknya komunitas - komunitas yang mengadakan bimbingan kelas menulis atau kegiatan ‘challlenge’ lainnya untuk mengisi waktu ketika masa Work From Home dan School From Home ini. Banyak keterampilan baru yang bermunculan dari pandemi ini, terutama keterampilan menulis yang sedang trending saat ini.

Hikmah lainnya adalah, bahwa ilmu pengetahuan menjadi lebih murah dan dapat diakses dengan mudah. Dulu, sebelum pandemi ini melanda, kita hanya bisa menikmati seminar secara offline dan membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit, namun sekarang kita dapat menikmati berbagai seminar online dengan lebih murah dan sangat murah tentunya.

Akhirnya, selalu ada kemudahan dibalik kesulitan, pandai-pandailah kita mensyukuri apa yang telah terjadi. Pandailah kita memanfaatkan peluang yang ada, manfaatkan portal-portal perpustakaan yang menyediakan layanan koleksi yang beragam, dan  jangan lupa tetap berkunjung ke toko buku dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Semoga Pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan kita bisa merasakan kembali nostalgia membaca buku di toko buku atau perpustakaan secara langsung. Memilih dan melihat buku-buku apa saja yang sudah terbit dan berjumpa langsung dengan penulis buku dalam acara bedah buku yang selalu seru.

Seperti closing statement Duta Baca Indonesia yang baru, Gola Gong, bahwa membaca itu sehat dan menulis itu hebat, mari kita manfaatklan waktu dengan membaca dan menulis. Semoga dapat menjadi amal sholeh yang bermanfaat dan amal jariah kita untuk sesama semasa hidup. 

Semoga tulisan ringan ini bermanfaat, mari pupuk selalu semangat membaca dan menulis. Salam Sehat.*

Artikel

Oleh : Rina Devina

TerPopuler

> Whatsapp-Button