Diduga Akibat Kelalaian Mobil Crane Milik PT. WKS, Dump Truk Pengangkut Pasir Terbalik

Sabtu, 01 Mei 2021, 5/01/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS Rohil - Diduga akibat kelalaian mobil crane pengangkut pipa milik PT Wahana Karsa Swandiri (WKS), sebuah mobil dump truk pengangkut pasir milik warga dumai terjun ke bahu jalan sedalam lebih dari dua meter. Pengemudi selamat dan kepala mobil menabrak tanah berbukit, insiden ini terjadi pada Kamis (29/4/2021) sekira pukul 12.10 wib.


Kejadian tersebut berawal saat pemilik mobil dump truk sedang melintas dari arah simpang benar menuju Jalan Lintas Ujung Tanjung, tiba-tiba dari tikungan tajam Pematang Padang Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan hilir melintas sebuah mobil crane pengangkut pipa milik PT. WKS secara berlawanan keluar dari penumpukan material yang mengarah kearah Jalan Lintas Riau -Sumut.


Hal tersebut dikatakan Iwan (45) selaku supir mobil dengan plat nomor BM 9131 RE, bahwa akibat terperosoknya mobilnya dikarenakan tidak ada abah-abah atau pemandu jalan dari pihak PT WKS, saat mobil pembawa material pipa keluar dari gudang material proyek pipa blok rokan.


"Sebelumnya dari jarak jauh sudah kita kasih aba-aba melalui klakson yang bersuara keong saat mobil crane milik PT. WKS keluar dari gudang. Namun, dikarenakan tidak ada pemandu jalan dan kondisi jalan menurun berjarak 2 meter dari jarak mobil perusahaan, makanya saya banting kemudi setir ke bahu jalan," ujar Iwan.


Ditambahkannya, bahwa lokasi penumpukan bahan material pipa milik PT. WKS ini sangat membahayakan pengguna jalan, jika tidak selalu ada pemandu dari pekerja lapangan.


Jika di lihat dari arealnya, kalau perjalanan dari Ujung Tanjung ke Simpang Benar terdapat tikungan tajam baru tanjakan, sebaliknya dari arah Simpang Benar mengarah Ujung Tanjung terdapat tanjakan baru dapat tikungan.


"Ini bisa berbahaya jika pihak PT. WKS tidak ada pemandu jalan disaat keluar masuknya mobil crane pengangkut pipa blok rokan dari gudang. Apalagi setiap menit mobil baik pribadi, truck maupun tronton juga sepeda motor selalu melintasi areal tersebut," jelasnya sang supir kepada awak media, Kamis (29/4/2021).


Sementara, di dapat keterangan dari saksi Anto sesama supir mobil tronton pembawa tanah saat di lokasi menerangkan, bahwa kondisi mobil crane pembawa pipa dalam keadaan mati mesin dengan posisi agak melintang dijalan lintas. Tambah lagi tidak ada pemandu jalan di lokasi tersebut.


Dijelaskannya, dengan tiba-tiba mobil crane langsung melaju mengarah Simpang Benar. Pada saat itu, posisi mobil dump berjarak dua meter dari bagian belakang mobil crane. Untung saja supirnya cepat membantingkan kemudi kearah bahu jalan sebelah kiri. Kalau tidak, mungkin mobil dump menabrak bagian belakang mobil crane.


Pantauan awak media di lokasi, sempat terjadi argumen antara pihak perusahaan dengan supir dump beberapa jam lamanya dan akhirnya pihak PT. WKS langsung lakukan mediasi hingga terjadinya penyelesaian, namun sempat ada kata arogansi yang dilontarkan Humas PT. WKS Dasyarman Jambang saat ditanya oleh wartawan terkait pihak perusahaan tidak mengindahkan kepentingan dan keselamatan pengguna jalan.


Sempat tercetus bahasa arogan dihadapan awak media saat bersama supir dump truk di TKP, "Kau siapa?. Saya tidak takut wartawan. Kalau wartawan kenapa rupanya?. Silahkan apa maunya," cetusnya Dasyarman Jambang dengan bahasa logat terpatah-patah.*


(Milan/Tim)

TerPopuler

> Whatsapp-Button