Diduga Akibat Luapan Air PT. Arara Abadi, Petani Nanas di Kampung Bunsur Gagal Panen

Selasa, 25 Mei 2021, 5/25/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Siak - Sudah hampir enam bulan petani Nanas gagal panen, diduga akibat banjir yang disebabkan dari luapan air kanal PT. Arara Abadi. 

Akibatnya, petani Nanas yang berada di Kampung Bunsur Lalang Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, Riau gagal panen, sehingga mengalami kerugian yang cukup besar. 

Zamri, salah satu petani nanas yang ada di daerah tersebut mengatakan kepada awakk Media Snipers.news, bahwa pihaknya saat ini menanggung kerugian akibat luapan air dari kanal yang membanjiri kebun mereka, sehingga Nanas tersebut tidak bisa di panen.

Zamri juga menjelaskan, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari PT. Arara Abadi, karena banjir ini akibat dari kelalaian perusahan, sehingga terjadinya luapan air dari kanal tersebut.

"Sangat kami sesalkan, kenapa sudah sekian lama luapan ini terjadi, baru sekarang pimpinan dari Perawang mengetahui adanya tuntutan dari para petani," ujar Zamri. 


"Berarti selama ini permasalahan di pendam oleh Humas yang bernama M. Nasir. Saat ini masyarakat Bunsur kecewa. Kami atas nama petani sangat-sangat berharap hal ini bisa dipertanggungjawabkan oleh PT. Arara Abadi," sambungnya. 

Sementara itu, melalui pesan singkat WhatsApp saat di konfirmasi media ini, Selasa (25/05/21) sekira pukul 10.00 Wib, M. Naser selaku Humas PT. arara Abadi menyampaikan, bahwa manajemen PT. Arara Abadi sudah turun ke lapangan. 

Hal itu bertujuan untuk melihat apa yang menjadi keluhan petani, yakni masyarakat Bunsur. Pihaknya juga akan menurunkan alat berat, guna menggali parit supaya melancarkan turunnya air agar cepat kering. 

"Perusahaan sedang melakukan proses untuk mengganti bibit Nanas bagi petani yang terkena dampak tersebut. Insya Allah realisasi ini akan diadakan secepatnya," jelas M. Naser.*

Melalui Zamri, masyarakat yang saat ini memiliki lahan pertanian Nanas berharap, agar pihak perusahaan dari PT. Arara Abadi tidak ingkar janji, dan secepatnya menindaklanjuti keluhan petani serta mengganti semua kerugian yang di derita masyarakat Bunsur.*

(Gunawan. S)

TerPopuler

> Whatsapp-Button