Pendataan Keluarga di Desa Sawan Lancar, DPR RI Dorong Lebih Banyak Kampung KB

Selasa, 04 Mei 2021, 5/04/2021 WIB
Oleh Snipers.news.com

Foto: Sosialisasi Penguatan PK dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan Mitra Komisi IX DPR RI, di Aula Kantor Kepala Desa Sawan, Senin (3/5).

SNIPERS.NEWS | Singaraja-BKKBN Bali, Sebanyak 842 kepala keluarga yang masuk kelompok sasaran program Pendataan Keluarga (PK) tahun 2021 di Desa/Kecamatan Sawan, Kabupeten Buleleng, mendukung penuh PK yang telah berlangsung sejak 1 April hingga 31 Mei 2021 mendatang.

Kader pendata relatif tidak menemui kendala saat mendata karena desa ini tergolong kecil, terdiri dari tiga banjar, dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu padat. Penduduk Sawan juga memberikan data yang sebenar-benarnya kepada kader dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Demikian dikatakan Perekel Sawan Nyoman Wira di sela kegiatan Penguatan PK dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan Mitra Komisi IX DPR RI, di Aula Kantor Kepala Desa Sawan, Senin (3/5).

Wira mengucapkan terimakasih kepada BKKBN Pusat hingga perwakilan Provinsi dan Kabupaten atas perhatiannya kepada warga Sawan. Ucapan terimakasih juga ditujukan untuk anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana yang juga putra Buleleng.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Agus P. Proklamasi menjelaskan, kegiatan PK di Buleleng terkendala blank spot di sejumlah titik, mengingat demografi Buleleng yang dikelilingi perbukitan. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Buleleng dan pusat.

"Akhirnya ada jalan keluar untuk daerah blank spot. Kader mendata secara manual di formulir, lalu setelah tiba di daerah signyalnya kuat, barulah diinput datanya lewat online," kata Agus.

Plt. Deputi Bid Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Dr. Ir. Dwi Listyawardani MSc. Dip. Com., membeberkan, secara nasional, BKKBN menargetkan 75 juta sasaran pendataan. Namun, selama satu bilan berjalan, baru 27 juta yang masuk ke sistem.

"Kekurangan ini harus kita kejar dengan sisa waktu sampai 31 Mei," jelasnya. Dia mengakui, blank spot di berbagai wilayah di Indonesia menjadi kendala tersendiri. Karenanya, dia meminta para kader lebih bekerja keras lagi.

Lebih lanjut, Dwi Listyawardani memuji Bali sebagai daerah yang paling sukses menerapkan KB sejak awal progam ini diluncurkan tahun 1970-an. Penduduk Bali juga tetap melestarikan kearifan lokal warisan leluhur.

Pada kesempatan yang sama, Kariyasa Adnyana memotivasi warga Sawan agar tetap semangat menjalani kehidupan di tengah himpitan badai Covid-19. Ia menegaskan, semua lapisan tengah menghadapi kondisi yang sama. 

Kariyasa Adnyana tak pernah lelah agar masyarakat Sawan disiplin menerapkan protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 sgera berakhir. Dengan demikian, perekonomian pun kembali seperti semula. "Jangan sampai seperti India. Awalnya mereka dianggap sukses mengendalikan Covid-19, hingga akhirnya warganya lalai, dan sekarang terbukti ribuan nyawa melayang tiap hari," jelas dia.

Sebagai wujud simpati kepada masyarakat, Kariyasa Adnyana menyerahkan ratusan paket bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat setempat. Kariyasa lantas mendorong lebih banyak lagi tercipta Kampung KB agar bisa menyerap anggaran pemberdayaan masyarakat.

(Agung DP)

TerPopuler

> Whatsapp-Button