Efek Bermain Petasan Bagi Anak-Anak, Simak Resikonya Disini!!

Senin, 10 Mei 2021, 5/10/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Agara - Bulan puasa dan lebaran jadi momen yang dimanfaatkan anak anak untuk bermain petasan, seakan dirinya tidak mengetahui bahwa permainan yang dimainkan itu bakalan dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain.


Seolah tidak puas bermain petasan di tanah lapang, kini anak anak tersebut melampiaskan bermain petasan hingga merambah di jalan umum.


Baru baru ini beredar sebuah unggahan video yang memperlihatkan adegan seorang pemuda menyalakan petasan dipinggir jalan. Panik karena sumbu menyala dengan cepat, pemuda ini berlari menyeberang. Akibatnya, karena tak melihat ada motor yang melaju, sehingga terjadilah kecelakaan.


Hal itu dikarenakan semakin bebasnya para pedagang petasan, khususnya di Aceh Tenggara (Agara).


Melihat hal itu, awak Media Snipers News pada Rabu 05 Mei 2021 sepekan yang lalu mencoba mendatangi Kantor Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja, terkait maraknya penjualan petasan di Kabupaten Aceh Tenggara.


Setibanya di kantor tersebut, awak media ini bertemu langsung dengan Sekretaris Dinas Perdagangan Aceh Tenggara Muliadi, S.Pd. diruang kerjanya, guna mempertanyakan terkait peraturan yang mengatur larangan menjual Petasan.


Jika merujuk dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 1951, ada ancaman pidana 5 tahun kurungan penjara.


Menanggapi hal tersebut, Muliadi, selaku Sekretaris Dinas Perdagangan Aceh Tenggara akan mengklarifikasikan masalah ini kepada seluruh jajarannya.


Muliadi juga menegaskan, bahwa bermain petasan dijalan umum sangat berisiko dan bisa menyebabkan kecelakaan.


"Kemampuan konsentrasi atau fokus pengendara yang sedang berpuasa pasti menurun karena dehidrasi, kemungkinan kaget jadi lebih besar," kata Muliadi.


Pada dasarnya,  jalan umum bukanlah arena untuk bermain. Ada banyak kendaraan yang melintas dengan kecepatan yang tentunya tidak lambat. Sengaja bermain di jalan umum, sama saja dengan menciptakan potensi kecelakaan.*


(A. Dalisi)

TerPopuler

> Whatsapp-Button