Gelar Reses!!. Masalah Banjir, BPJS dan PKH Menjadi Topik Utama Keluhan Warga Kelurahan Besar Martubung

Selasa, 11 Mei 2021, 5/11/2021 WIB
Oleh Anak kolong Production's
Sudari, S.T (Tengah)

SNIPERS.NEWS | Medan - Gelaran Reses Masa Sidang Ketiga Tahun ke II, Tahun anggaran 2021 yang di laksanakan anggota DPRD Kota Medan, Sudari, di gelar dalam dua sesi di dua lokasi secara bergantian di Jalan Kebun Lada, Lingkungan II dan III, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (10/5/2021).

Dengan tetap memprioritaskan protokol kesehatan, berbagai aspirasi masyarakat mengisi sepanjang kegiatan ini di gelar, mulai dari Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Program Keluarga Harapan (PKH) dan banjir yang masih berkelanjutan di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan.

Kegiatan yang bertemakan Resap Aspirasi Masyarakat, mendapat sambutan hangat dan antusiasme warga selaku peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Sesi tanya jawab menjadi moment terpenting pada kegiatan ini.

Hj Rizkia, salah satu peserta yang hadir pada kegiatan ini mempertanyakan bagaimana cara mendapatkan BPJS gratis. “Dulu kami bayar sendiri, karena tercatat sebagai peserta BPJS Mandiri. Karena tidak sanggup lagi membayar, akhirnya kami menunggak. Tolonglah Pak, bagaimana kami bisa masuk sebagai peserta BPJS gratis,” ungkap Rizkia.

Beberapa keluhan lain juga turut Rizkia pertanyakan, salah satunya kondisi banjir yang kerap terjadi setiap turun hujan, akibat banyaknya sampah menumpuk di saluran drainase. “Drainase di daerah kami isinya sampah melulu. Akibatnya, banjir selalu terjadi saat turun hujan, karena air tidak mengalir dan saluran drainase tidak mampu menampung debit air,” ungkapnya kembali.

Tampak beberapa peserta lainya juga memanfaatkan kesempatan sesi tanya jawab ini, salah satunya Rohana, beliau mempertanyakan tata cara agar dapat terdaftar sebagai peserta penerima Program PKH. dikarenakan warga di Lingkungan II masih banyak  yang kurang mampu.

Tak henti sampai disini, persoalan banjir menjadi keluhan utama di Lingkungan II ini, Muriati juga menuturkan hal yang sama, beliau mengaku selama 15 tahun tempat tinggalnya tidak pernah mengalami banjir. Namun sejak berdirinya perusahaan-perusahaan besar di daerah ini, tempat tinggal kami menjadi langganan banjir. “Saya sudah 20 tahun tinggal di daerah ini, dan selama 15 tahun tidak pernah banjir. Tapi, sejak Musimas berdiri, daerah kami selalu banjir,” sebutnya.

Kegiatan pun berlanjut pada sesi ke II, antusias warga memberikan aspirasi masih berlanjut, beberapa keluhan dan masukan masyarakat juga terungkap pasa sesi ini. 

Setelah mendengar semua aspirasi dan beberapa keluhan warga, Sudari, S.T selaku Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Medan yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (KESRA) mengatakan, salah satu dari 5 program prioritas Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, M. Bobby Afif Nasution dan Wakil Wali Kota, Aulia Rachman, adalah bidang kesehatan.

Pemko Medan akan melaunching program Universal Healt Coverage (UHC). “Kalau tidak ada halangan, program ini akan diluncurkan pada bulan Agustus tahun ini. Pada program ini nantinya, setiap warga Kota Medan akan ditanggung kesehatannya di Kelas III,” ucapnya.

Saat ini ada sekitar sekitar 350 ribu warga Kota Medan peserta BPJS Mandiri yang menunggak pembayaran. “Pemko Medan akan berupaya mengcover semua ini melalui program yang akan diluncurkan nanti. Setelah kami hitung-hitung, butuh anggaran sekitar Rp180 miliar untuk ini. Nanti akan kita masukan ke dalam P-APBD 2021,” ungkapnya kembali.

Terkhusus persoalan banjir, Sudari, S.T mengatakan akan menyampaikan kepada ODP terkait di Pemko Medan agar persoalan ini bisa segera teratasi. Sebab, katanya, program prioritas Pemko Medan lainnya adalah “Medan Tajir” (Medan Tanpa Banjir). “Ini akan kita sampaikan kepada Dinas terkait agar segera bisa diatasi. Tapi, yang terpenting saat ini adalah perbaikan Jalan Pancing I dan Jalan Rawe VII akan dikerjakan pada tahun ini,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, semua aspirasi yang muncul menjadi masukan untuk disampaikan kepada Dinas-dinas terkait, “Inilah gunanya Reses. Bapak-Ibu bisa menyampaikan segala unek-unek terkait kesehatan dan pembangunan yang saat ini akan di lakukan Pemko Medan,” ucapnya.

Jumianto selaku Koordinator pendataan PKH wilayah Medan Labuhan menjawab salah satu pertanyaan warga dengan memaparkan 14 kriteria yang masuk ke dalam Program PKH. “Untuk mendapatkan PKH, harus masuk ke DTKS. Kami hanya menerima data yang sudah jadi dari pusat,” katanya.

Himbauan tidak membuang sampah sembarangan juga di sampaikan oleh Juliansyah, yang hadir mewakili Lurah Kelurahan Besar, beliau mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena ada sanksi pidananya sebagaimana yang telah tertuang dalam Perda Kota Medan tentang Pengelolaan Persampahan.

“Sekarang ini pengelolaan persampahan sudah dilimpahkan ke kecamatan. Jadi, mari kita sama-sama menjaga kebersihan wilayah kita untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya seraya mengingatkan dan menghimbau masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan.

Kegiatan pun berakhir, doa bersama menjadi penutup kegiatan ini.*

(DAKAR)

TerPopuler

> Whatsapp-Button