Janjikan Lulus Secatam TNI-AD, Pelaku Raup Uang Ratusan Juta Dari Korbannya

Kamis, 27 Mei 2021, 5/27/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Gowa - Seorang warga Kabupaten Gowa diamankan pihak kepolisian Sektor (Polsek) Somba Opu pasca melakukan aksi penipuan dengan modus mengenal pejabat Kodam XIV Hasanuddin untuk meluluskan anak korban dalam seleksi Secatam TNI-AD.

Kronologis kejadian berawal pada Bulan Desember 2020 Per. SR bersama anak menantunya berkunjung ke rumah pelaku di salah satu perumahan di Kabupaten Gowa, kemudian dengan mengeluarkan air mata Per. SR menceritakan ketidaklulusan anaknya mengikuti seleksi Secatam TNI-AD tahun 2020 lalu dihadapan pelaku dan istrinya.

Mendengar kesedihan korban, lalu pelaku NH (45) menawarkan diri membantu anak korban agar lulus seleksi Secatam TNI AD tahun 2020. Untuk meyakinkan korban, lalu pelaku menyebutkan nama salah seorang pejabat di Kodam tersebut.

"Bak gayung bersambut, Per. SR lalu pulang ke kampung halaman di Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa menemui Lel. UH (korban), lalu menceritakan bahwa pelaku dapat mengurus anak-anak mereka menjadi anggota TNI-AD," ujar Kasubbag Humas Polres Gowa AKP M. Tambunan saat menggelar jumpa pers dengan awak media didampingi Kanit Reskrim Polsek Somba Opu Ipda Irham di Mapolsek Somba Opu, Kamis (27/5/21).

SR dan korban ini kemudian menemui pelaku di rumahnya untuk menanyakan biaya yang harus disiapkan dalam seleksi tersebut kemudian, pelaku menjelaskan bahwa biaya pengurusan setiap calon sebesar Rp. 150 Juta. 

Karena tidak sabar, kemudian pelaku menghubungi korban untuk menyiapkan uang yang telah disepakati. 

Karena belum memiliki dana sebesar itu, lalu korban menyerahkan uang tanda jadi sebesar Rp. 20 juta, selanjutnya secara bertahap menyerahkan sisa uang dengan cara tunai dan transfer ke Rekening pelaku hingga mencapai Rp. 130 juta. 

Dari hasil interogasi terhadap beberapa orang saksi diantaranya istri pelaku, diduga SR juga merupakan korban penipuan yang sama dengan kerugian Rp. 147 juta. Namun, hal yang menimpanya belum dilaporkan secara resmi karena ingin uangnya dikembalikan oleh pelaku.

Biaya pengurusan ini digunakan pelaku untuk menikah kembali di Morowali dengan istri ke 4 nya. Selain itu, pelaku menggunakan uang untuk berfoya-foya dan biaya penginapan.

Mengetahui anak dari kedua korban tidak lulus seleksi, selanjutnya pelaku kabur ke rumah istri yang baru dinikahinya di Kabupaten Soppeng dan memutus komunikasi dengan korbannya.

Karena merasa tertipu, kemudian korban melaporkan kejadian secara resmi ke Polisi.

Guna menindaklanjuti laporan korban, Unit Reskrim Polsek Somba Opu dipimpin Ipda Irham kemudian berangkat ke Kabupaten Soppeng dan berkoordinasi dengan personil Polsek Marioriawa, selanjutnya meringkus pelaku di rumah istri ke 4 nya pada Jumat 21 Mei 2021 sekitar pukul 20.00 Wita dan membawanya ke rumah kos di Kabupaten Sidrap untuk mencari barang bukti.

"Pelaku kini telah ditahan. Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan atau Pasal  372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," ungkap AKP M. Tambunan. 

Aksi pelaku ini masih terus didalami, termasuk terkait penggunaan uang ratusan rupiah. 

"Saya menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan, baik menjadi anggota TNI, Polri maupun ASN. Sebaiknya para calon harus percaya diri dengan kemampuan masing-masing," pungkasnya.*

(Harun/Hms) 

TerPopuler

> Whatsapp-Button