Jelang Operasi Ketupat Agung 2021, Polres Gianyar Ikuti Lat Pra Ops Secara Virtual

Senin, 03 Mei 2021, 5/03/2021 WIB
Oleh Snipers.news.com

SNIPERS.NEWS | Gianyar - Polres Gianyar mengikuti kegiatan Lat Pra Ops Ketupat Agung 2021 oleh Biro Ops Polda Bali secara virtual dengan zoom meeting, bertempat di Rupatama Polres Gianyar, Senin (3/5/2021). 

Kegiatan di Mapolres dipimpin oleh Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, S.I.K., S.H., M.H., dan di ikuti oleh seluruh personil Polres Gianyar yang terseprin dalam Ketupat Agung 2021.

Karo Ops Polda Bali mengatakan, bahwa untuk mengamankan giat Idul Fitri 1442 H dan perayaan Lebaran yang merupakan bagian dari Budaya Indonesia, tentu saat ini sangat berpotensi terjadinya penyebaran covid 19.

"Saat ini pemerintah melakukan larangan mudik, dan diminta agar seluruh warga masyarakat mematuhi prokes covid 19, supaya tidak menimbulkan kerawanan seperti di Negara India," ucapnya.

Lanjutnya, ancaman terosis tetap menjadi ancaman utama selain sasaran lain, seperti tempat ibadah dan ancaman terhadap anggota kepolisian yang bertugas dilapangan.

"Dalam rangka menciptakan keamanan yang kondusif di Provinsi Bali, maka Polda Bali melakukan langkah langkah kepolisian sebelum dan sesudah perayaan Idul Fitri, dengan menggunakan sandi Ketupat Agung 2021," jelasnya.

Dir Lantas Polda Bali menyampaikan, bahwa
Operasi Ketupat Agung 2021 dan Operasi Kegiatan Rutin Kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) merupakan agenda nasional yang sudah dirumuskan Mabes Polri.

"Di masa pandemi covid -19, untuk Wilayah Bali dan sekitarnya masih terdapat dan banyak yang terpapar, dan Personel harus paham dan mampu melaksanakan tugas yang diperintahkan pimpinan dan Pemerintah," terangnya.

"Operasi Ketupat Agung 2021 saat ini berbeda dengan tahun lalu, tugas pokok dari Operasi ini selain giat Preemtif, Preventif Kepolisan namun Operasi ini dituntut bisa memutus mata rantai penyebaran virus covid 19," imbuhnya. 

Tujuan dan sasaran Operasi Ketupat Agung ini, lanjutnya, diutamakan cara bertindak Personel dalam operasi dan berkoordinasi saat pelaksanaan operasi dengan sasaran orang, barang, tempat maupun kegiatan.

"Ancaman yang dihadapi saat ini terutama  ancaman tentang penyebaran covid -19 dan  himbauan larangan mudik, sehingga dalam hal ini diminta agar personel yang terlibat operasi mampu berkoordinasi dan mengajak Tokoh Agama, Tokoh Perantauan untuk mengingatkan warganya untuk sementara tidak melakukan kegiatan mudik," tegasnya.

Dia pun memerintahkan personel melakukan kegiatan penyekatan warga yang akan masuk dan keluar bali, yakni dengan melakukan pengecekan surat keterangan bebas covid -19. Yang diprediksi mulai dari tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 serta saat ini, akan dibuat 7 pos sekat imbangan di seluruh Wilayah Polda Bali.

"Untuk mengantisipasi hal tersebut, 
Personel harus mampu mencegah mudik dengan melakukan himbauan kepada warga masyarakat, dan saat melakukan pemeriksaan surat agar dipastikan surat keterangan bebas covid itu asli dan tanda tangan basah," tambahnya.

Ia juga mengingatkan untuk mewaspadai aksi teror, dan peningkatan personil K9 khusus bahan peledak terhadap pemeriksaan barang dan kendaraan. 

Sedangkan untuk daerah Pelabuhan, agar dipastikan kapal hanya mengangkut barang, dan tidak ada kapal yang beroperasi mengangkut orang.

Selain itu, Ia juga memerintahkan personil untuk melakukan tindakan tegas terukur namun humanis, apabila ada masyarakat yang melakukan pelanggaran terutama apabila terjadi kerumunanan.*

(Agung DP/Iskandar)

TerPopuler

> Whatsapp-Button