Komplotan Hipnotis Dalam Angkot Diciduk Polsek Percut Sei Tuan

Selasa, 18 Mei 2021, 5/18/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Medan - Komplotan maling dalam angkot dengan modus hipnotis dan pura-pura kusuk, tak berkutik saat diringkus petugas Polsek Percut Sei Tuan.

Tiga pelaku yang semula berdalih tak saling mengenal, akhirnya menyerah setelah petugas menunjukkan bukti-bukti keterlibatan mereka dalam aksi pencurian.

Tiga orang yang diamankan yakni, BU (60) warga Jalan Sidoleksono Gang Wijaya II Dusun V, Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan, APLG warga Jalan Selar, Griya Martubung, Medan Labuhan dan ESS (39) warga Dusun V, Patumbak II, Kecamatan Patumbak.

Berdasar informasi yang diterima dari Polsek Percut Sei Tuan, peristiwa itu terjadi di Jalan Titi Sewa, dalam angkot jurusan Aksara-Tembung, Senin lalu (17/5/2021) sekira pukul 12.40 wib.

Korban diketahui bernama Salbiah (58), warga Jalan Lapangan Dusun VI, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/854/V/2021/SPKT Percut, tanggal 17 Mei 2021. Saksi yang melihat aksi komplotan ini saat memperdaya korban yakni Elvi. 

"Komplotan ini beraksi mencuri barang berharga korban berupa 3 buah cincin emas. Saat itu korban didalam angkot bersama penumpang lainnya. Pelaku yang berjumlah empat orang duduk mengapit korban. Lalu dengan modus pengobatan alternatif kusuk, korban diminta melepas tiga cincinnya dan memasukkan ke dalam tas," kata Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu.

Pelaku berinisial S (DPO), lanjut Kapolsek, mengusuk korban yang seolah sudah terhipnotis dan menuruti saja kemauan pelaku.

Ketika pelaku S mengusuk kedua tangan korban, pelaku ESS menggeser badannya ke depan, sehingga pelaku BU bisa mengambil cincin korban yang disimpan didalam tas.

Setelah berhasil, lalu satu persatu pelaku turun dari mobil angkot. Begitu komplotan ini turun dari angkot, Salbiah pun tersadar. Sontak, wanita paroh baya itu panik menyadari cincinnya sudah hilang.

Beruntung saksi yang melihat peristiwa itu segera membantu korban mencari pelaku. Ternyata pelaku belum jauh, namun saat ditanyai mengaku tidak tahu apa-apa.

Namun warga sekitar bersama petugas segera bereaksi cepat dan mengamankan para pelaku. Sementara seorang lagi (S-red) tak dapat ditemukan.

Meski semula ketiganya mengaku tidak saling mengenal. Tapi setelah dicek di handphone ESS, didapati no kontak para pelaku lainnya. Begitu juga sebaliknya, sehingga mereka pun tak bisa mengelak lagi.

"Para pelaku mengakui perbuatannya. Sementara, barang bukti korban berupa cincin dibawa oleh S yang masih DPO," jelas AKP Janpiter kepada Media.*

(R. Anggi)

TerPopuler

> Whatsapp-Button