Iklan

Iklan

Diduga Akan Dibangun Perumahan, Warga Desa Baru Resah Dengan Adanya Penimbunan Sawah

Sabtu, 21 Agustus 2021, 8/21/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Batang Kuis - Pengerjaan penimbunan Sawah di Jalan Lintas Batang Kuis - Lubuk Pakam yang diduga rencananya akan dibangun Perumahan seluas -+ 1 Hektare dinilai meresahkan warga Desa Baru Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang.


Pasalnya warga menilai, penimbunan yang saat ini dilakukan oleh pihak pengembang yang akan membangun perumahan property tersebut menutup aliran drainase, yang diketahui sudah sejak lama menjadi akses saluran air di masyarakat.


Kepada awak media ini, salah seorang warga berinisial B mengatakan, bahwa timbunan tersebut diduga saat telah menutup Drainase warga. Menurutnya, mengalirnya air akibat ditutupnya drainase tersebut saat ini mengarah ke pemukiman warga, sehingga dapat menyebabkan banjir.


"Sekarang kemari bang, karena sudah ditutup sama timbunan itu. Kalau ini sudah ditimbun semua pasti banjir lah. Timbunanya sama rumah ini separuhnya bang, sesuai sama bambu yang ada tanda nerah itu," ucapnya sembari menunjukan pancang bambu yang bercat merah, Jumat (20/08/21).


Terkait padi yang diduga menjadi korban penimbunan proyek tersebut, B juga mengatakan bahwa padi tersebut memang sudah diganti rugi. Namun ia meras sedih, karena sejatinya padi merupakan makanan pokok manusia jika sudah di giling menjadi beras.


"Sedih bang lihat padi yang sudah hamil tua harus ditimbun tanah, karena saya juga punya sawah bang. Saya sempat disuruh mengarit padi yang belum tua ini untuk makan kambing, namun saya tolak. Takut kualat, pantang bagi kami Suku Jawa bang, dikarenakan kami dulu pernah bikin kolam pancing dari sawah yang masih ada padinya, sama seperti yang ditimbun saat ini. Semua hancur tidak berjalan dengan baik kolam pancingnya, karena padi itu adalah sandang pangan kita bang," ucapnya.



Hal senada juga disampaikan warga lainnya berinisial A, kedatangan awak media ini awalnya di kira merupakan salah seorang pekerja penimbunan. Kala itu A mengingatkan agar jangan menimbun drainase, karena dapat mengakibatkan rumah warga kebanjiran.


"Bang tolong kalau bisa aliran drainase jangan ditimbun, kebanjiran nanti kami kalau drainasenya di tutup," ucap A yang mengira awak media ini merupakan bagian dari pekerja.


"Drainase ini sudah ada di peta Desa, tapi ngak pasti sih bang. Drainase ini mengalir keparit besar lalu ke sungai bang," ucapnya, seraya merasa bersalah setelah tahu bahwa yang di ajak bicara merupakan Awak Media Snipers.news.


Setelah mengetahui bahwa yang diajak bicara merupakan wartawan, warga merasa perlu mengeluarkan uneg-unegnya terkait penimbunan tersebut.


"Semua warga yang ada jalan ini resah lah bang, terutama takut banjir. Dalam hal ini warga meminta kepada Kepala Desa Baru maupun pihak yang berkompeten lainnya, agar dapat mendengar keluhan kami sebagai warga yang resah, untuk mencari solusi terbaik, agar keresahan yang kami alami tidak terjadi," paparnya.


Hingga berita ini ditayangkan, Terkait keluhan warga, Masrudin, selaku Kepala Desa Baru saat dihubungi oleh media Snipers.news melalui pesan singkat WhatsApp di Nomor 0853 5739 XXXX belum memberikan jawaban.


Jika dilihat dari Aplikasi WhatsApp, pesan yang terkirim sudah bertanda ceklis dua namun belum berwarna biru, itu artinya belum dibaca.*


(Team DS)

TerPopuler

> Whatsapp-Button