Iklan

Iklan

Gelar Aksi Damai, Masyarakat Menilai PT. Harita Group Halangi Pembuatan Jalan Lingkar Obi

Minggu, 22 Agustus 2021, 8/22/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Halsel - PT. Harita Group CS diduga sengaja menghalang - halangi proses pembuatan Jalan Lingkar Obi yang sementara sedang berjalan prosesnya. Hal itu terungkap dari adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat di depan Kantor Camat Obi, Sabtu (21/08/21).


Alasannya, mereka (PT. Harita Group CS) merasa terganggu dengan lokasi pembangunan jalan Kawasan Industri Pulau Obi, karena melewati IUP, sehingga mereka mengusulkan pembuatan peta jalan yang baru untuk menggantikan peta jalan sebelumnya oleh Balai Pembuatan Jalan dan Jembatan (BPJN) Maluku Utara.


Diketahui, PT. Harita Group adalah sekumpulan perusahaan yang berafiliasi dengan PT. Harita Jaya Raya melalui hubungan kepemilikan saham, yang terdiri dari beberapa perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambagan (IUP).


Berikut nama - nama perusahan yang berafiliasi dengan PT. Harita Group, di antaranya PT. Trimega Bangun Persada, PT. Gane Permai Sentosa, IUP OP. PT Jikodolong Mega Pertiwi dan IUP OP. PT Obi Putra Mandiri.


Kepada awak media Snipers.news, Noldi Kurama, S.H., salah satu putra asli Obi mengatakan, Pulau Obi ini adalah pulau yang bertuan bukan pulau kosong yang tidak berpenghuni.


"Mereka (Pihak Perusahan) sejatinya datang sebagai tamu di Pulau Obi meminta ijin untuk menambang dan mengambil hasil kekayaan alam di Obi. Mereka sudah diberikan ijin lalu kemudian semenjak mereka hadir disini tidak ada dampak yang positif bagi keberlangsungan kesejahteraan Masyarakat Pulau Obi," ujarnya.



"Seharusnya mereka tahu diri dan berkaca, bahwa kemudian mereka ini harus memposisikan diri sebagai tamu bukan sebagai tuan rumah. Masa mereka bertamu lalu mengatur Tuan Rumah?," tandasnya.


Noldi juga menyampaikan, selama ini PT. Harita Group Cs berulah sudah berulang - ulang kali. Contohnya beberapa bulan yang lalu mereka hadir pada pertemuan untuk pembahasan Jalan Lingkar Pulau Obi di Ternate, dalam pertemuan itu mereka hadir dan menolak rencana pembangunan jalan lingkar.


"Dan sekarang kembali lagi mereka berulah semenjak proses jalan lingkar dalam tahap kerja, bahkan mengusulkan peta yang baru karena melewati IUP mereka. Itu berarti mereka sengaja menghalangi pembangunan jalan di Pulau Obi," jelas Noldi.


Saat ini, masyarakat menolak usulan peta jalan yang diusulkan oleh PT. Harita Group Cs, dan mendesak proses pembuatan jalan lingkar yang sementara dalam tahap kerja dilanjutkan sesuai dengan peta jalan yang telah ditentukan oleh BPJN Maluku Utara.


"Dengan Polemik yang berkepanjangan ini, jangan salahkan masyarakat bila kemudian masyarakat Obi turun kejalan dan mungkin akan memboikot seluruh aktivitas kegiatan pertambangan," pungkasnya.


Masa aksi juga meminta kepada Bupati Halmahera Selatan untuk segera datang ke Obi bertemu langsung dengan masyarakat Obi, guna membicarakan permasalahan ini agar menemukan solusi dari polemik ini.


Terpisah, menurut Koorlap Aksi Budiman Syafii, bahwa aksi akan dilanjutkan pada Hari Senin, 23 Agustus 2021 di Desa Laiwui.


"Kita akan lanjutkan aksi ini pada hari Senin 23 Agustus 2021," papar Budiman, sebelum mengakhiri aksi demo tersebut.*


(H.M)

TerPopuler

> Whatsapp-Button