Iklan

Iklan

GMKI Bersama 3 Organisasi Lainnya Galang Dana Untuk Korban Banjir Bandang di Desa Kuo

Jumat, 10 September 2021, 9/10/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Halsel - Terkait Banjir Bandang yang terjadi di Desa Kuo Kecamatan Gane Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengundang keprihatinan beberapa organisasi, diantaranya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bacan, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) daerah Pulau Bacan serta Ikatan Canga Muda (ICM)

Dengan adanya peristiwa bencana alam tersebut, ke empat organisasi, yakni AMGPM, GMKI, GAMKI serta ICM pun merespon cepat, diantaranya dengan melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban banjir bandang, Jumat (10/09/21).

Diketahui sebelumnya, pada 08 September 2021 sekira pukul 01.00 Wit dini hari, Desa Kuo di guyur hujan deras hingga air sungai meluap di permukiman warga, sehingga mengakibatkan beberapa rumah warga rusak parah dan terbawa arus banjir bandang.

Tak hanya di tahun ini saja, sebelumnya pada tahun 2019 pernah terjadi bencana serupa yang mengakibatkan 10 dumah warga hanyut, pada tahun 2020 ada 2 unit rumah, dan untuk di tahun 2021 ini terdapat 4 rumah warga yang hanyut terbawa arus. Jadi selama 3 tahun berturut-turut, total ada 16 unit rumah yang rusak parah dan hanyut.


Saat di konfirmasi awak media ini, Kepala Desa Kuo Yustinus Tawale mengatakan, dirinya berharap agar pemerintah daerah dapat membantu mengatasi permasalahan banjir ini, yang setiap tahun kerap melanda desanya.

"Setiap tahun terjadi dan menelan korban harta dan mengancam keselamatan warga. Saya sangat memohon bantuan Pemda, agar secepatnya pembuatan penahan banjir, sehingga tidak terjadi korban lagi ke depan, karena sungai itu dulunya sangat jauh dari pemukiman warga berkisar ratusan meter," ucap Yustinus.

Menurut Kades, Bupati H. Usman Sidik juga sudah mengetahui dari dahulu jarak sungai dengan pemukiman warga, karena pada tahun 1994 Bupati Halsel sudah berada di Desa Kuo.

"Dan setiap kejadian banjir saya selalu melaporkan ke dinas terkait. BPBD juga sudah pernah turun ke Desa Kuo beberapa kali. Sudah melakukan pengukuran untuk pembuatan bronjong, tapi kenyataan sampai dengan saat ini belum teralisasi. Sekali lagi saya atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Kuo memohon agar Pak Bupati dalam hal ini Pemda Halsel agar dapat membatu untuk mengatasih banjir yang selalu melanda di desa kami ini," tutup Kades Yustinus.*

(Jefrry)

TerPopuler

> Whatsapp-Button