Iklan

Iklan

GMKI Cabang Bacan : BPBD Untuk Siapa?

Minggu, 12 September 2021, 9/12/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Halsel - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bacan angkat bicara terkait respon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atas banjir bandang yang telah menghanyutkan rumah warga di Desa Kuwo, Kecamatan Bacan Timur Selatan beberapa hari yang lalu.

Arah kebijakan pemerintah di sektor lingkungan juga memiliki andil dalam menciptakan "Banjir Tahunan" yang kerab terjadi dalam rentetan tahun belakangan.

Banjir Bandang di Desa Kuwo sebelumnya sudah pernah terjadi pada tahun 2018 dan mengakibatkan 4 rumah warga hanyut, kedua pada tahun 2020 ada 8 rumah warga dan ketiga pada tahun 2021 ini, sudah 7 rumah warga yang menjadi korban. 

Pertama pada hari Rabu 08/09/2021 ada 4 rumah dan Sabtu 11/09/2021 ada 3 rumah. Total rumah warga yang menjadi korban arus banjir tersebut sudah sebanyak 19 unit rumah.

Sudah tiga tahun berturut-turut kejadian banjir bandang ini terjadi di Desa Kuwo, dan mengakibatkan warga kehilangan rumah, tempat tinggal dan harta berharga lainnya. Semestinya, pemerintah sudah harus mendatangkan solusi untuk mengatasi bencana tersebut, agar tidak terjadi berulang-ulang kali lagi.

Ketua GMKI Cabang Bacan Beatrich A. Nara, S.P. mengatakan, sampai hari ini, Pemerintah dan Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan belum melakukan tindakan apa-apa untuk merespon bencana yang terjadi di Desa Kuwo. 

Walaupun tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut, kata Beatrich, hal ini semestinya menjadi perhatian serius oleh pihak pemerintah daerah.

"Kalau Desa Tawa, Kecamatan Gane Timur Tengah saat pasca Bencana Angin Puting Beliung pemerintah dengan cepat mengambil langkah, bahkan Bupati sampai turun langsung ke lokasi kejadian bencana dan bertemu langsung dengan warga yang menjadi korban bencana tersebut. Kenapa Desa Kuwo sampai hari ini sudah dua kali kejadian, belum mendapat sentuhan apa-apa dari pemerintah. Bukankah Desa Kuwo juga bagian dari Kabupaten Halmahera Selatan, maka pemerintah juga harus turut andil dalam melihat dan merasakan kesedihan serta duka yang dirasakan saudara yang ada disana," ucap Beatrich.

Beatrich juga memaparkan, BPBD sudah harus memberikan bantuan tanggap darurat pasca bencana. Tapi sampai hari ini pihak BPBD masih diam dan belum ada rencana meninjau lokasi bencana.

"Padahal sebagian rumah warga yang ada di bantaran sungai terancam hanyut, jika tidak segera melakukan penanggulangan banjir, karena curah hujan sampai hari ini masih berlangsung cukup tinggi dan kemungkinan akan mengakibatkan terjadinya banjir susulan," tutup Beatrich.

Terkait kejadian ini, Ketua GMKI Cabang Bacan ini menduga pemerintah dan dinas terkait tebang pilih dalam merespon bencana yang terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan.*

(Jeffri)

TerPopuler

> Whatsapp-Button