Iklan

Iklan

Kerap Jadi Tempat Transaksi Narkoba, Sebuah Rumah di Meraksa Aji di Gerbek Polisi

Selasa, 14 September 2021, 9/14/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Tuba - Sebuah rumah yang berada di Kampung Sukarame, Kecamatan Meraksa Aji, Kabupaten Tulang Bawang, digerebek oleh Satuan Reserse Narkoba (Satrenarkoba) Polres setempat.

Penggerbekan rumah ini berlangsung hari Selasa (07/09/2021) pukul 18.30 Wib, dan berhasil menangkap seorang pria yang merupakan pemilik rumah.

"Selasa malam petugas kami menggerbek sebuah rumah yang sering di jadikan tempat transaksi narkotika jenis sabu di Kampung Sukarame. Disana berhasil ditangkap seorang pria berinisial MN (31), berprofesi wiraswasta, yang merupakan pemilik rumah," ujar Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, S.H., M.H., mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Hujra Soumena, S.I.K., M.H., Selasa (14/09/2021).

Lanjut AKP Anton, dari tangan pria tersebut petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bungkus plastik bening yang berisi narkotika jenis sabu, dan satu potong pipet yang di dalamnya terdapat narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,43 gram, serta satu lembar uang pecahan Rp 2 ribu.


Kasat menjelaskan, keberhasilan petugasnya dalam mengungkap peredaran gelap narkotika ini merupakan hasil penyelidikan di wilayah Kecamatan Meraksa Aji. Informasi yang didapat, bahwa sebuah rumah yang ada di Kampung Sukarame sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

"Setelah dipastikan rumah tersebut sedang ada penghuni, petugas kami langsung melakukan penggerbekan. Hasilnya berhasil ditangkap seorang pria yang merupakan pemilik rumah serta disita BB berupa narkotika jenis sabu," jelas AKP Anton.

Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan, pria ini mengaku mendapatkan narkotika jenis sabu dari rekannya yang berada di Kampung Suka Bhakti, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang.

Pria tersebut saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.*

(Sandi)

TerPopuler

> Whatsapp-Button