Iklan

Iklan

Potret Buruk Kinerja BPBD Halsel, HMI Minta Bupati Copot Pejabat Tak Bertanggungjawab Soal Huntap

Selasa, 14 September 2021, 9/14/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Halsel - Progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban gempa Gane, yang telah tiga tahun berlalu tak kunjung diselesaikan oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Senin (13/09/21).

Bantuan untuk korban gempa yang terjadi pada tanggal 11 Juli 2019, melalui Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 91,4 milyar.

Anggaran sebesar itu dikucurkan BNPB dalam rangka membangun rumah warga yang terdampak korban gempa di wilayah Gane. Hal ini disampakakn oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Bacan Samsul Muhammad.

Lambatnya penanganan korban gempa Gane tersebut membuat Ketua Umum HMI Cabang Bacan ini menyikapi persoalan tersebut, yang notabenenya saat ini di tangani oleh BPBD Kabupaten Halmahera Selatan. 

"Anggaran sebesar Rp.60,05 miliar untuk kategori rusak berat sebanyak 1.201 unit, sampai saat ini belum semua teralisasi. Ini sesuatu yang harus di usut. Bayangkan saja, uang sebesar itu terparkir hampir tiga tahun, tetapi sampai saat ini pembangunan Huntap korban Gane terkesan jalan di tempat," ucap Samsul.

Lanjut Ketua HMI, ini menunjukkan kinerja terburuk yang dilakukan oleh BPBD Halmahera Selatan. Kemudian konstruksi hunian tetap korban gempa, yang disediakan oleh BNPB ketika angin puting beliung datang dapat menghantap rumah warga, yang juga lokasi korban gempa Gane sebelumnya. 

Justru akibat angin puting beliung itu, yang lebih rusak parah adalah rumah bantuan korban gempa Gane yang disediakan oleh BPBD Halsel. 

"Oleh karena itu, kami dari HMI Cabang Bacan mendesak kepada Bupati Halmahera Selatan, agar mengevaluasi kinerja BPBD yang buruk ini, atau mencopot Rahmat Kamarullah sebagai orang yang paling bertanggungjawab soal Huntap korban Gane," ujar Samsul Muhammad  

"Kami berharap kepada Bupati Halmahera Selatan agar segera bersikap soal gempa Gane, karena telah berlalu tiga tahun lamanya. Selain itu juga, kami berharap kepada Pemerintah Daerah, agar korban gempa Gane bantuannya diuangkan saja, agar masyarakat korban gempa bisa mendirikan rumah beton seperti semula sebelum terjadi gempa, karena huntap yang disiapkan oleh BPBD di anggap tidak layak dan menjadi ancaman mematiknn di saat terjadi angin puting beliung, sebagaimana yang terjadi di Desa Tawa Kecamatan Gane Barat Selatan," tegasnya.

Samsul mengancam, jika dalam satu Minggu ke depan Pemda Halsel dalam hal ini BPBD masih diam, maka HMI akan memobilisasi masa dan semua desa terdampak korban gempa Gane untuk melakukan unjuk rasa.*

(Jeffri)

TerPopuler

> Whatsapp-Button