Polsek Seririt Amankan Puluhan Kayu Sonokeling Berbentuk Balok Hasil Penebangan dari Kawasan Hutan

Jumat, 29 Oktober 2021, 10/29/2021 WIB
Oleh Cinta Pradiva Alvina Ardianti

SNIPERS.NEWS | Buleleng - Polsek Seririt telah berhasil melakukan pengungkapan terhadap peristiwa tindak pidana melakukan penebangan pohon di kawasan hutan secara tidak sah yang terjadi pada Hari Minggu tanggal 24 Oktober 2021 sekira pukul 13.00 Wita, bertempat di banjar Dinas Lebah Mantung, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.
  
"Pengungkapan tersebut berawal informasi dari masyarakat yang disampaikan ke Polsek Seririt bahwa ada kayu hutan berjenis Sonokeling di rumah salah satu warga Desa Pangkung paruk bernama Ketut Darmawan," ungkap Kapolsek Seririt Kompol Gede Juli, S.IP., saat menggelar Conferensi Pers di Mapolres Buleleng, Jumat (29/10/21) pukul 10.00 wita.

Dari informasi tersebut, kemudian Kapolsek Seririt Kompol Gede Juli, S.IP., mengumpulkan unit Opsnal Reskrim dan memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Putu Edy Sukaryawan, S.H., M.H., untuk mengecek informasi, setelah sampai di lokasi rumah yang dimaksud selanjutnya anggota Reskrim Polsek Seririt bersama dengan beberapa orang warga masyarakat dan TNI memeriksa rumah yang diduga terdapat kayu sonokeling tersebut dan ditemukan 9 batang kayu hutan jenis sonokeling tanpa dokumen. 

Atas temuan tersebut kemudian team gabungan kembali melaksanakan penyisiran dan pemeriksaan disekitar rumah milik  Ketut Darmawan   tepatnya di kebun belakang rumah Ketut Darmawan kembali ditemukan tumpukan kayu sonokeling yang diduga hasil hutan sebanyak 35 batang kayu jenis sonokeling.

Dijelaskan oleh Ketut Darmawan, pemilik kayu tersebut adalah milik Made Santika (45) dan Made Angga Partayasa (45)," ucapnya.


Dari penemuan tersebut, kemudian Tim Opsnal Reskrim Polsek Seririt yang dipimpin Kanit Reskrim membawa pelaku dan barang bukti ke Polsek Seririt guna melakukan pengembangan terhadap pelaku dan asal usul kayu tersebut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap puluhan kayu yang di temukan tersebut tidak memiliki dokumen yang sah dan berasal dari hutan negara, sehingga terhadap ketiga tersangka diduga melanggar pasal 82 ayat(1) huruf c yo pasal 12 huruf c dan atau pasal 87 ayat(1) huruf c ya pasal 12 huruf m, UU RI nomor 18 / 2013 ttg pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan," beber Kapolsek.

"Dengan ancaman hukuman paling sedikit 1 tahun dan paling lama 5 tahun denda 500.000.000.- (Lima Ratus Juta Rupiah)," tambahnya.

"Sejak hari Kamis tanggal 28 Oktober 2021 para pelaku sudah ditetapkan statusnya menjadi tersangka dan sampai saat ini masih diamankan di Polsek Seririt untuk dilakukan proses hukum dan yang dijadikan bukti dalam perkara tersebut adalah 44 (empat puluh empat) batang kayu sonokeling berbentuk balok, 1 buah mesin Cainsaw kayu warna merah," pungkas Kapolsek Seririt Kompol I Gede Juli, S.IP.*

(Arifin/Lilik/Hms)

TerPopuler

> Whatsapp-Button