TMMD Ke 112 Kodim 1502/Masohi Gandeng Alumni UBL Laksanakan Penyuluhan Literasi Digital

Rabu, 13 Oktober 2021, 10/13/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Masohi - Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 112 Kodim 1502/Masohi Bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Budi Luhur (UBL) melaksanakan Penyuluhan Literasi Digital, bersamaan dengan seminar warga kampus yang kompetitif yang digelar di SMP Negeri 1 Kecamatan Seram Utara Timur Seti Kabupaten Maluku Tengah. 

Hal ini disampaikan oleh Pasiter Kodim 1502/Masohi Kapten Inf Ato Laturake kepada awak media di Masohi, Selasa (12/10/2021).

Laturake menyatakan, bahwa TMMD ke 112 Kodim 1502/Masohi kali ini melaksanakan program fisik non fisik termasuk penyuluhan literasi digital. 

"Dan penyuluhan ini kami menggandeng Alumni Universitas Budi Luhur, dengan narasumber Ibu Denik Iswardani Witarti, Ph.D., Dosen Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Budi Luhur dan Windarto, M.Kom.," kata Kapt. Laturake.

Kapten Inf Ato Laturake menjelaskan, kegiatan tersebut di hadiri oleh Dandim 1502/Masohi Letkol Inf. Sang Ngurah Wikrama W, S.I.Kom., M.Tr. (Han)., M.I.Kom. dan di ikuti oleh 40 orang guru di Kecamatan Seram Utara Timur Seti dan Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah.

Sementara itu, Denik Iswardani Witarti, Ph.D., dalam materinya mengatakan, literasi digital diperlukan dalam penggunaan teknologi, salah satu komponen dalam lingkungan belajar dan akademis yaitu literasi digital. 


"Sehingga dalam penerapan literasi digital tersebut dapat membuat masyarakat jauh lebih bijak dalam menggunakan serta mengakses teknologi," jelasnya.

Dalam bidang teknologi, khususnya informasi dan komunikasi, literasi digital berkaitan dengan kemampuan penggunanya. Kemampuan untuk menggunakan teknologi sebijak mungkin demi menciptakan interaksi dan komunikasi yang positif. 

Literasi digital setidaknya memiliki dua tantangan yang harus dihadapi. Tantangan ini bisa diatasi dengan menerapkan literasi digital dalam setiap penggunakan teknologi informasi dan komunikasi. 

Tantangan paling kuat dari literasi digital adalah arus informasi yang banyak, artinya masyarakat terlalu banyak menerima informasi di saat yang bersamaan, dalam hal inilah literasi digital memiliki peran penting dalam era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi berperan saat dan kedepan yakni untuk mencari, menemukan, memilah serta memahami informasi yang benar dan tepat. 

Konten negatif juga menjadi salah satu tantangan era literasi digital. Contohnya konten pornografi, isu SARA dan lainnya. Kemampuan individu dalam mengakses internet, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, harus dibarengi dengan literasi digital. Sehingga individu bisa mengetahui, mana konten yang positif dan bermafaat serta mana konten negatif," demikian dijelaskan Denik Iswardani.

Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, mulai dari tanggal 12 sampai dengan 13 Oktober 2021 dan melibatkan para guru di Kecamatan Seram Utara Timur Seti dan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah bersamaan dengan kegiatan TMMD ke 112 Kodim 1502/Masohi.*

(Ajid Tomagola)

TerPopuler

> Whatsapp-Button