BC Batam Kembali Tangkap Penumpang Tujuan Lombok Bawa Sabu Dalam Dubur

Rabu, 24 November 2021, 11/24/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Batam - Lagi-lagi penumpang asal Batam dengan tujuan Lombok diamankan Bea Cukai. Penumpang pria inisial A (43) tersebut di tangkap di terminal keberangkatan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, karena membawa Sabu yang disembunyikan di dalam duburnya, Sabtu (30/10/2021).


Kepala Seksi Layanan Informasi Kantor Utama Bea Cukai Batam Undani menjelaskan, penumpang yang akan transit di Surabaya tersebut membawa sabu sebanyak 128 gram, yang di kemas dalam dua bungkus plastik.


"Pada tanggal 30 Oktober 2021 sekitar pukul 07.20 Wib, petugas Bea dan Cukai Bandar Udara Internasional Hang Nadim melakukan kegiatan profiling terhadap penumpang inisial A," jelas Undani, melalui rilis yang dikirim ke Redaksi Snipers.news, Rabu (24/11/21).


Petugas kemudian melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang tersebut dan melakukan proses wawancara.


"Dari hasil wawancara, yang bersangkutan tidak mengaku mengkonsumsi sabu. Namun setelah di tes urinenya, yang bersangkutan positif methamphetamine dan amphetamine," terang Undani.


Petugas kemudian melakukan body checking dan mengecek dubur penumpang tersebut.


"Setelah dilakukan interogasi, akhirnya yang bersangkutan mengaku membawa sabu yang disembunyikan lewat anus sebanyak dua bungkus," lanjut Undani.


Undani juga menjelaskan, petugas kemudian membawa tersangka ke Rumah Sakit Awal Bros untuk pemeriksaan rontgen, dan hasilnya benar ditemukan dua barang bukti yang disembunyikan di dalam anus tersangka.


"Petugas kemudian membawa tersangka tersebut beserta barang bawaannya ke KPU BC Batam untuk pemeriksaan mendalam,"  jelas Undani.


Selanjutnya, bungkusan plastik tersebut di buka untuk di uji kandungan isinya dengan menggunakan narcotest. Hasil uji diketahui, bahwa isi bungkusan bening tersebut positif mengandung sabu.


"Kemudian tersangka dan barang bukti diserahterimakan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau pada Sabtu tanggal 30 Oktober 2021, untuk lakukan proses lebih lanjut," pungkas Undani.


Tersangka dapat di jerat pada Undang- Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 114 ayat (2) dan/atau pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/atau penjara seumur hidup.atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp 10.000.000.000 (Sepuluh Miliar Rupiah).


Tangkapan sabu di atas merupakan salah satu dari 419 laporan pelanggaran. Untuk pelanggaran atas komoditi Narkotika, psikotropika dan prekursor (NPP) sampai dengan 31 Oktober 2021 sebanyak 17 tangkapan dengan rincian :


1. Narkotika Golongan l jenis methamphetamine sejumlah 10.104.80 (sepuluh ribu seratus empat komah  delapan) gram.


2. Narkotika Golongan l jenis ekstasi sejumlah 65.670 (enampuluh lima ribu enam ratus tuju puluh) butir.


3. Psikotropika Golongan IV jenis Hapy  Five sejumlah 220 (dua ratus dua puluh) butir.


4. Narkotika Golongan l jenis Kokain Sejumlah  2.77 (dua komah tujuh puluh tujuh) butir.


5. Narkotika Golongan l jenis Cannabis sativa sejumlah 7,25 (tujuh komah dua puluh lima) gram.


6. Narkotika Golongan 1 jenis Tembakau Gorilla sejumlah 5,80 (lima koma delapan) gram.


"Apabila ditotal, estimasi nilai atas seluruh barang hasil penindakan sampai dengan 31 Oktober 2021 adalah sebanyak Rp. 136, 11 miliar, dan potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp. 60, 67 miliar," tutup Undani.*


(Rianto/Hms)

TerPopuler

> Whatsapp-Button